MALAMPERTAMA GOYANGAN PENGANTIN BARU. Cerita Mesum Dewasa - cerita bokep ini adalah cerita mesum ku sendiri.. Perkenalkan nama saya Irwan, saya lelaki yang cukup dewasa karena saya telah berusia 26 tahun, Keadaan saya sekarang adalah seorang pekerja di salah satu perusahaan plastik. Disini saya akan menceritakan tentang kisah sexs saya
Nisa mengintip keluar kamar mandi. Memastikan jika Farhan belum ada di kamar. Saat kamar pengantinnya kosong, ia mendesah. Luar biasa lega... Kakinya melangkah keluar. Ia mengenakan baju tidurnya yang berbahan satin. Nisa tak memiliki baju tidur lain yang lebih tertutup. Hanya ini baju tidurnya yang berlengan panjang. Selama ini, ia tak pernah berpikir sedikitpun untuk memperhatikan penampilan sebelum tidur. Toh hanya ia dan bundanya saja yang melihat. Tapi... ekspektasi hanyalah ekspektasi. Ia sempat berpikir akan tidur dengan gamisnya saja. Tapi, bukannya akan terlihat aneh? Tiba-tiba Nisa merasa risih saat menyadari bahwa Farhan akan melihatnya tidur tanpa memakai jilbab. Ini hal yang baru. Juga.... pertama baginya. Gadis itu berjalan mondar-mandir di dalam kamar dengan rambut panjangnya yang masih basah. Berkali-kali memakai lalu melepas jilbab instan miliknya. 'Nisa. Dia suamimu...' kata hatinya berulang kali menyadarkan. Mereka sudah halal. Bahkan Farhan bisa saja menuntut hak lebih dari sekedar melihat rambutnya. Nisa menggelang pelan. Memegang pipinya yang memanas. Farhan tak akan meminta haknya malam ini, kan? Ia tadi sudah bilang belum siap! Banyak pikiran yang mengganggunya. Salah satunya tentang ciuman tadi. Ciuman pertamanya seharusnya bisa lebih dari itu. Iya, kan? Jangan bilang kalau pikirannya salah karena terlalu vulgar... "Ya allah. Bagaimana aku bisa tidur malam ini" rengek Nisa. Ia mengkhawatirkan sesuatu yang 'belum' mungkin terjadi. Jika dipikir-pikir lagi, Nisa seharusnya merasa sedih. Ini malam pertamanya. Dan ia sudah ditinggal pergi oleh Farhan... Pengantin normal mana yang malah lega dengan kenyataan itu? Sebuah pikiran tiba-tiba muncul. 'Apa ia sudah keterlaluan pada suaminya ?' Di lain tempat, Farhan masih menunggu. Entah apa yang ia tunggu. Ia hanya mengulur waktu agar tidak memasuki kamar pengantinnya terlalu cepat. Ia berusaha memahami permintaan Nisa. "Nak Farhan. Udah malam kok masih disini? belum ganti baju, lagi..." tegur seseorang dari belakang. Farhan memutar badan lalu tersenyum saat melihat Bunda. "Nggak papa, Bun. Farhan lagi cari angin. Kebun bunga bunda kalo malem jadi 2 kali lebih indah" kata laki-laki itu kemudian tertawa sendiri. Bunda ikut tertawa. "Nggak takut ada jurig hantu nih ? Biasanya ada noni-noni belanda kelihatan di sekitar tanaman bunga bunda" Farhan menoleh. Tapi laki-laki itu tidak menunjukkan wajah ketakutan. Dari ekspresinya, ia seakan berkata "Bunda serius lagi nakut-nakutin Farhan ?" Kemudian Bunda terkekeh pelan. Beliau mengeratkan sweater coklatnya agar angin malam tak membuatnya masuk angin. "Dulu, surga Nisa ada di telapak kaki Bunda. Hari ini, Nisa adalah pelengkap agamamu dan selamat tidaknya ia di akhirat ada di telapak tanganmu, Nak..." Bunda menatap lurus ke depan. Berucap tenang. Setenang angin malam yang berhembus di sekitar mereka. Sebenarnya, Bunda tidak perlu berkata seperti ini karena ia tahu betul menantunya telah paham tentang fiqih munakahat hukum2 dalam pernikahan. "Bunda hanya meminta, jadilah surga yang mudah dijangkau oleh Nisa..." Farhan menoleh. Merasa bingung. Apa maksud dari 'surga yang mudah dijangkau'? "Jika istrimu salah, tegurlah dia. Beritahu kesalahannya. Jika istrimu tidak sengaja melukai hatimu, maafkanlah dia. Cairkanlah rasa sakit di antara kalian dengan cinta. Jika dia tidak bisa menyenangkan hatimu, jangan berpura-pura senang sedangkan hatimu menyimpan rasa nelangsa. Ungkapkan. Lalu beri dia kesempatan memperbaiki. Hal-hal kecil seperti itu dapat mendatangkan Ridlo dari Allah. Begitupun murka dari-Nya..."
1501 Negeri jiran. Bila sebut sahaja malam pertama, pasti kalian semua akan membayangkan dua mempelai yang asyik merayakan diri sebagai "Raja Sehari". Setelah penat melayat sanak dan saudara di siang hari, maka saat yang ditunggu-tunggu untuk merasai kenikmatan malam pertama pasti dinantikan. Namun apa yang ingin aku kongsikan bersama pembaca
Sepasang pengantin baru menikmati makan malam yang indah dan romantis. Mereka sedang menjalani malam pertama di hari pernikahan. Di mana, antara suami dan istri tersebut sebelumnya tidak pernah saling kenal. Dua insan beda jenis itu sangat paham hukum Allah. Yakni, tentang memulai hubungan nikah harus dengan cara halal dan makruf. Tak ada dalam kamus mereka sebelum nikah saling berdekatan apalagi pacaran. Masing-masing tak pernah saling bersentuhan dengan yang bukan mahram. Tentu hal itu, seharusnya membuat malam pertama mereka menjadi momen yang tak terlupakan. Jadi hal yang paling berkesan. Sayangnya, karena tak ada ta'aruf syar'i yang mendalam menyebabkan pasangan itu tak saling tahu karakter masing-masing. Barangkali mak comblangnya juga tidak begitu tahu sifat masing-masing pengantin. Hanya melihat keluarganya. Ternyata, antara mereka berdua memiliki karakter berbeda. Sang istri memiliki sifat penyayang, patuh pada suami, serta sifat-sifat salehah lain juga dimiliki. Adapun suaminya punya perangai temperamental. Mudah naik darah. Saat itu si suami dipenuhi angan-angan, setelah makan malam usia mereka bakal menikmati malam pertama hingga dini hari. Nyatanya, impian tersebut buyar. Ketika sedang menikmati hidangan, ada pintu diketuk. Dengan reflek istri menoleh ke arah pintu. Tahu akan hal itu suami berucap dengan nada agak meninggi "Siapa ya kira-kira, bertamu pada malam hari sangat larut seperti ini, yang mengganggu saja." Sang istri terkaget agak terperanjat. Ia tak menyadari bahwa watak suaminya bisa sekeras itu. Sejurus kemudian perempuan itu menenangkan suaminya. Sambil berkata "Tenang suamiku, coba aku lihat dulu. Siapa gerangan yang ada di depan pintu tersebut." Gadis itu tergopoh-gopoh menuju ruang depan rumah. Terbukalah pintu. Lantas terlihatlah seorang pengemis yang sangat lusuh dengan keadaan gemetaran. Ia menengadahkan tangan ke sang gadis. Pengemis itu memelas "Ibu tolong berikan saya makan, saya lapar sekali." Pengemis itu melanjutkan "Saya kedinginan Bu, sudah beberapa hari ini tidak ada makanan yang masuk dalam perut saya. Izinkan saya untuk meminum seteguk air minum saja. Atau makanan apapun yang bisa Ibu berikan pada saya." Dasarnya memang wanita salehah, sang istri itu tentu merasa iba dan terdorong bersedekah. Ia berniat memberikan makanan yang banyak ke pengemis. Sebab hidangan malam pertama seperti ini menunya memang beragam dan porsi besar. Gadis itu kembali menuju ruang makan. Lalu minta izin suaminya. Ia paham, bahwa untuk shodaqoh sekalipun harus meminta izin kepada sang suami. Itu adalah ajaran perintah agama yang ia ketahui saat ikut pengajian. Ia memohon ke pasangannya "Suamiku, di luar ada pengemis. Dalam keadaan badannya gemetaran. Dia sangat kedinginan dan tampak lapar. Pada malam ini kita sedang berhamburan makanan. Izinkan aku untuk memberikan makan sedikit saja kepadanya." Tanpa diduga-duga reaksi si suami itu beringas. Ia mendobrak meja sembari mengatakan "Sungguh kurang ajar sekali pengemis itu, tidak tahu diri, sudah minta-minta, apalagi di waktu larut malam seperti ini, dia tidak tahu bahwa itu mengganggu orang saja." Tak berlangsung lama dia memerintah istrinya "Wahai istriku, kita sedang menikmati malam pertama, kita sedang menikmati masa-masa indah, lalu diganggu dengan pengemis itu. Usir saja pengemis itu!" Sang istri semakin kaget melihat suaminya yang tak punya akhlak dan pekerti baik seperti itu. Kembali lagi ia mencoba menenangkan pasangannya. "Suamiku, mohon tenang. Itu hanya seorang pengemis yang hanya meminta sedikit makanan dari kita. Berikan saja. Aku mohon padamu." Ia terus mencoba meyakinkan "Dia sangat kasihan sekali keadaannya." Rayuan istrinya itu bukannya direspon rasa iba, justru dengan tangkasnya ia berlari menuju pintu depan. Tanpa basa-basi ia menghinakan pengemis itu dengan kata-kata dan mimik muka. Tak cukup itu, dia memukuli pengemis itu. Lalu mengusirnya disertai kata-kata kasar dan kotor. Lelaki congkak itu melabrak "Kau tidak tahu, makanan yang kami peroleh ini dengan cara kerja keras, makanya kerja keras, jangan asal minta-minta. Dasar pengemis tidak tahu diri." Pengemis itu langsung saja berlari. Ia tak mengira bakal mendapat cacian apalagi pukulan. Sesial-sialnya pengemis, setidaknya akan dicuekkin oleh tuan rumah. Serta paling tidak ditolak dengan bahasa yang tak kasar. Tak lama setelah itu, sang istri hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Ia tak pernah menyangka memiliki suami seperti itu. Lebih-lebih ini malam pertama. Malam perkenalan dan mempererat hubungan. Seharusnya saling menahan diri untuk menjaga keadaan. Akhirnya, keindahan malam pertama pasangan pengantin itu luntur akibat ulah suami. Istrinya menangis tersedu terus menerus. Adapun suaminya sudah tidak ada rasa semangat untuk menikmati malam syahdu. Ia beranggapan gara-gara pengemis itu seleranya jadi hilang. Hari berlalu begitu saja. Istrinya makin tersiksa punya suami yang kasar. Baik dari segi bicaranya maupun main tangan. Akhirnya setelah beberapa tahun mencoba mempertahankan bahtera rumah tangga mereka pun ditakdirkan berpisah. Setelah bercerai, perempuan itu mencoba menyendiri. Mengobati rasa sakit bertahun-tahun yang dialami. Baginya perceraian bukan jalan keluar masalah. Namun, bagaimana lagi suaminya tak kunjung berubah. Makin hari makin tak memungkinkan untuk mempertahankan hubungan. Perempuan itu terlarut dalam kesendirian. Ia khusuk beribadah pada Allah SWT. Ia banyak bersedekah. Ia paham sedekah menolak balak. Gayung bersambut, ikhtiarnya dikabulkan oleh Allah. Ia dipertemukan dengan lelaki sempurna yang akan menikahinya. Sosok pria yang kaya raya, baik hati, lemah lembut, serta ciri-ciri orang saleh lain dia miliki. Pendek cerita, sejarah berulang. Tatkala malam pertama pernikahan tiba. Bagaikan memutar kaset rekaman, peristiwa yang dialami perempuan itu muncul lagi. Sepasang kekasih itu menyantap hidangan bersama. Makan malam yang penuh dengan keindahan. Di tengah mereka menyantap makan malam tersebut, tiba-tiba terdengar ketukan pintu. Tahu akan hal itu suami bilang "Lihatlah wahai istriku, siapa yang ada di luar sana. Barangkali orang tersebut sedang perlu bantuan kita." Dengan ringan sang istri berjalan menuju pintu. Ternyata ada seorang pengemis. Langsung saja ia teringat dengan kisahnya yang dialami beberapa tahun lalu. Kemudian ia datang menemui suaminya seraya mengucapkan "Suamiku, di luar sedang ada pengemis yang sedang kedinginan dan kelaparan. Bolehkah kita beri dia makanan?" Berbeda dengan suaminya yang dulu, lelaki itu berkata "Ajak pengemis itu masuk, ajak dia makan, kita saat ini sedang berlimpah makanan. Kita makan bersama-sama di meja ini. Ayo, ajak pengemis itu masuk ke dalam rumah ini." Pengemis itu pada akhirnya masuk dan menuju ruang makan. Mereka makan bersama-sama. Bertiga di atas meja makan. Akan tetapi hal tak terduga terjadi. Sang istri hanya duduk terdiam dan menunduk. Sang suami belum terlalu menyadari keganjilan pada istrinya. Dia terus memakan hidangan di meja. Adapun pengemis tanpa malu melahap makanan hingga kenyang. Setelah itu pengemis meminta izin untuk keluar meninggalkan rumah. Malam indah berdua di kamar akhirnya tiba. Sang istri yang sejak makan malam tadi diam saja memutuskan untuk menyampaikan sesuatu. Ia berjalan menuju kamar dan berkata pada suaminya. Belum juga berkata, air mata sang Istri mengalir tak tertahan. Makin lama makin deras keluar disertai senggukan hingga bahunya berguncang. Tahu akan hal itu suaminya mencoba untuk menenangkan. Dia berkata "Wahai istriku, Kenapa? Ada apa? Apakah pengemis itu melakukan sesuatu terhadapmu? Apa dia menyakitimu? Katakan sesuatu wahai istriku?" Suami itu terus mencoba bertanya. Sebab ia tak sanggup lagi membendung derai air mata belahan jiwanya. Lama kelamaan, akhirnya kondisinya terkendali. Ia berucap "Kau tahu beberapa tahun lalu, saat aku bersama mantan suamiku, aku teringat ada seorang pengemis yang mengetuk pintu rumah, dan apa yang dilakukan suamiku terhadap peminta-minta itu tak sesuai ajaran Islam." Sambil berpegangan tangan sang istri menambahi lagi "Dan akupun sedih atas perilaku tercela mantan suamiku itu. Hari ini aku sangat sedih dan sangat terharu, ternyata engkau dikirim oleh Allah padaku, menjadi suami yang baik. Engkau mau memerikan makan orang miskin." Sang suami sambil membelai bagian tubuh istrinya terus mendengar. Dia menanggapi "Lantas kenapa engkau menangis seperti ini?" Sejenak kemudian istrinya menjawab "Suamiku, kau tahu siapa pengemis tadi yang makan bersama kita? Dia adalah mantan suamiku. Dulu ia teramat kaya raya. Namun memiliki sifat yang dibenci Allah. Aku sedih melihat keadaannya. Ia berubah total. Ia dibalikkan oleh Allah SWT menjadi seperti itu sekarang." Mendapat jawaban dari istrinya, Sang suami menatap wajah pasangannya. Ia pun ikut menangis. Berderai air mata jatuh satu persatu. Menyusul setelah itu dia berkata "Kau tahu siapakah aku ini wahai istriku? Kau menangis sedemikian rupa karena yang menangis tadi adalah mantan suamimu. Dan kau tahu siapa aku? Aku adalah pengemis yang meminta makan di malam pertamamu beberapa tahun lalu." Di tengah terkagetnya sang istri, seakan tak percaya takdirnya, dia melanjutkan "Setelah kejadian itu, aku terus memohon pada Allah dan ikhtiar agar dinaikkan derajatku oleh Allah. Serta mendapat pasangan salehah seperti itu. Lihatlah sekarang, Allah memutuskan kita untuk berjodoh." Tak pelak di malam pertama pengantin itu mereka saling tangis menangis. Mencoba memahami dan mensyukuri ketetapan Allah yang diberikan kepada mereka. Akhirnya sepasang kekasih itu hidup bahagia bersama. Mereka mengarungi rumah tangga dengan ketenangan, kebaikan, dan keindahan. Hari-hari dipenuhi senyuman, keimanan, dan ketakwaan pada Allah SWT. Jodoh dan rezeki memang misteri. TAMAT Disclaimer Tulisan ini didasarkan dari ceramah dari Kiai. Serta dipadukan dengan ceramah Bu Nyai di waktu dan tempat berbeda.
CeritaNyata: Malam Pertamaku yang Tak Terlupakan. Sepasang pengantin baru menikmati makan malam yang indah dan romantis. Mereka sedang menjalani malam pertama di hari pernikahan. Di mana, antara suami dan istri tersebut sebelumnya tidak pernah saling kenal. Konten Khusus Hiburan Bikin Adem Panas ada di sini.
by RaMinaMi "Dek." Kudengar panggilannya dari arah belakangku. Membuat leherku meremang karena desah nafasnya di leherku. Dan tiba-tiba, kurasakan lengan besarnya merengkuh pinggangku, menarikku dalam dekapan hangatnya. Dadanya yang menempel pada punggungku, menguarkan kehangatan yang membuat kakiku tiba-tiba terasa seperti jelly. Hanya pelukan seperti ini, namun efeknya benar-benar berbahaya bagi tubuhku. "Heum." jawabku berpura-pura tenang menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya. Padahal jantung ini benar-benar terasa tidak karuan saat ini. Detakannya terasa sangat kencang, seolah jantung ini memaksa untuk keluar dari tempatnya. "Lepasin dulu Mas. Aku mau nyisir." tambahku lagi dan segera melepaskan pelukannya padaku, melanjutkan acara sisir-menyisirku tadi. Bukannya aku akan menolaknya, aku tahu apa yang diinginkannya, namun aku benar-benar ragu saat ini. "Ngapain disisir? Nanti juga berantakan." ucapnya dengan senyum menggodanya yang kulihat dari bayangannya pada cermin besar di hadapanku. Tanpa kusangka-sangka, dia sudah memelukku lagi, mengumpulkan rambutku ke satu sisi leherku, dan mulai mengecupi sisi leherku yang terbebas dari rambut. "Mas." ucapku dengan suara bergetar. Dan tanpa sadar memejamkan mataku, menikmati setiap kecupan yang dihujamkannya ke leherku. "Heum." gumamnya di leherku. Desah nafasnya yang hangat menerpa leherku, dan mengirimkan jutaan rasa menggelenyar ke seluruh tubuhku. Kurasakan salah satu tangan besarnya yang tadi memeluk pinggangku erat sudah mulai menjelajah mengelus perutku yang datar. "Eungh." lenguhku tanpa sadar. Dan refleks langsung menghentikan tangan besarnya yang mulai berkeliaran semakin ke atas. "Tapi Mas..." Aku membuka mataku dan menatap matanya yang sudah pekat melalui cermin besar di hadapan kami. Pandangan kami saling bertaut, membuat kakiku yang sudah seperti jelly terasa semakin lemas. Untung lengan besarnya masih dengan kokoh memegang pinggangku. Gaun tidurku sudah tidak berbentuk lagi. Tali kecil yang ada di bahu sudah melorot hingga ke lenganku, memperlihatkan belahan dadaku yang menambah keseksian penampilanku saat ini. Hanya terdiam, kami terus saling memandang lewat cermin besar tadi. Pemandangan yang sangat seksi menurutku. Dan tanpa kusangka-sangka, dia membalikkan tubuhku cepat menghadapnya. Dan langsung melumat bibirku lembut. Refleks, kubalas lumatannya pada bibirku, kusandarkan tubuhku pada tubuh besarnya, melingkarkan lenganku ke lehernya agar tidak terjatuh. Saling melumat, saling menjilat dan saling menggigit. Sial! Aku harus mengatakan ini sekarang, sebelum kewarasanku hilang karena nafsu. Kulepaskan tautan bibir kami, "Tapi Mas..." ucapku menggantung. "Tapi apalagi Dek?" tanyanya tidak sabar. Bisa kulihat raut kekesalan di wajahnya saat ini. "Tapi...ituuuu..." jawabku masih menggantung. "Iyah, itu apaaaaa?" tanyanya mulai gemas. Dan baru aku mau menjawab saat terdengar suara keras dari kamar sebelah. "Oeeeeeekkk oek oek." "Ah, itu yang kumaksud. Tapi, ini jamnya dedek minum susu Mas." ucapku segera melepaskan pelukan suamiku dan bergegas ke kamar sebelah melalui pintu penghubung kamar kami dan kamar dedek. "Kenapa nggak bilang dari tadi siiiihhh? Juniorku udah kehabisan nafas di bawah siniiii." teriaknya gemas. Dan aku hanya tersenyum mendengar teriakannya. Menggendong dedek dan duduk di sofa yang khusus disiapkan suamiku untuk tempatku menyusui dedek. "Tapi ini kan malam pertama kita Dek." ucapnya memelas, bersandar di pintu penghubung. "Malam pertama apa?" tanyaku bingung sembari menyusui dedek. Lah, gimana malam pertama kalau jelas-jelas bukti malam penuh keringat kami saat ini ada di gendonganku dan sedang kususui. "Malam pertama setelah 40 hari aku menahan diri." jawabnya pelan dan berjalan lemas masuk ke dalam kamar kami. Oow, suamiku sayang, suamiku malang.
Lagipula, itu sangat buruk, dan saya hanya ingin melakukannya, sepertinya akan sangat buruk. Duduk juga tidak terlihat lagi. Sepertinya begitu, Pak. Rizal tetap pada saat yang sama saya akan segera duduk. Bagi saya, apa yang akan terjadi pada saya kali ini "saya pikir". Kupikir itu akan terjadi nanti, "pikirku. Judulnya huehuehue 🌚🌚 Terdapat konten ambigu dan menjurus ya gan! . "Aku pergi mandi dulu, ya?" "Hm" Santai saja Haechan membalas. Tak mau lama-lama melihat Mark yang sudah topless dengan bibir bengkak dan sudut bibir luka. Omong-omong, ini sudah pukul 10 malam di kediaman mansion keluarga Lee Jaehyun. Para tamu undangan, kolega dan teman-teman mereka sudah pada kabur setelah di usir Papa Jaehyun. Teriakkan 'huuuu... paman tak seru', 'Kan aku mau jadi juru kamera', 'Penasaran pembobolan pertama gan!', Sampai teriakan dari ayah Taeil yang menambah seru 'Entar turunin Link ya, Gan!' membuat Haechan malu setengah mampus. Ada ada saja para undangan yang datang. Seharian ini, semua orang membuatnya sebal. Termasuk Mark, yang sudah resmi menyuntingnya menjadi pelengkap hidup. Cieee~~ Mark itu menyebalkan. Begitu kata Haechan. Mengingat kejadian-kejadian yang dapat membuat Haechan merona parah di acara pesta pernikahan mereka. Contohnya seperti tadi, kemana mana harus izin. Biar tak salah paham katanya. Makan disuapi manja, Haechan bukan bayi tolong! Hingga digendong menuju kamar ala bridal style. Separah itu memang, mungkin Haechan saja yang belum terbiasa akan hal ini. Menjadi ratu seorang buciners seperti Mark Lee. Haechan hanya dapat menghela nafas dan mengelus dada. Sambil menatapi kado-kado pernikahannya yang sudah habis ia buka. Mendapati hadiah macam- macam. Dari yang normal hingga tidak. Seperti hadiah yang diberikan ayah Taeil. Sepasang sepatu bayi dengan dalih 'Cepat kasih cucu' Wtf?! Emangnya dia wanita? disambung sang ibu mertua, 'dicoba dulu ih. Sapa tau berhasil.' Big No!! Ia sadar, ini malam pertamanya dan sepertinya Mark tak tahan hasratnya hingga berani menciumnya basah di depan kamar lantai dua disaksikan oleh kedua adik sepupu Mark yang masih Smp. Mau ditaruh dimana lagi wajah Haechan yang hensem ini?. Segera saja ia bogem suaminya. Kejam ya? Haechan hanya mengingatkan, pernikahan ini hanya status sah. Cinta Haechan ke Mark masih sangat sedikit adanya. Dalih Mark dan Mama Doyoung tentang Pacaran setelah menikah lebih menyenangkan yang membuatnya setuju akan pelepasan status lajang nya. Eh, taunya ia disosor duluan. "Kamu kok belum tidur?" Mark baru saja selesai dengan tubuh yang sudah terbalut piyama biru malam sama seperti milik Haechan. Mengguncang rambutnya yang basah dengan handuk, sedikit menambah ketampanan teman masa kecilnya ini. Haechan akui itu. "Belum ngantuk." Sifat judes dari mulut pedas Haechan belum hilang sama sekali, membuat Mark hanya tersenyum maklum. "Sini, kemarikan handukmu!" Mark yang baru saja ikut bergabung duduk di pinggiran kasur mengernyit namun tetap tak membantah akan perintah kesayangan yang resmi miliknya. Ya begitu, sekali bucin tetap bucin. "Bantalmu akan basah jika kau tidur dengan rambut yang tak dikeringkan dengan benar." Dengan telaten, bak istri penurut, pelan pelan Haechan mengusak rambut setengah kering milik Mark dengan handuk yang ia berikan. Menciptakan kelopak bunga imajiner menebar ke seluruh ruangan Kamar milik mereka yang sudah pasti sedari tadi terkunci. Adegan romantis drama ala - ala dapat membuat mimisan para hayati sekalian. "Jangan berpikir macam-macam! Aku melakukan ini karena tugasku sebagai separuh tulang rusukmu. Jika kau bertanya berapa cintaku padamu, masih sedikit Hyung!"
KumpulanCerita Seks Dewasa Hot - Namaku Anton (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di salah satu perusahaan swasta terkemuka di Jakarta. Aku meniti karir sebagai eksekutif muda yang merupakan impian banyak orang sekarang ini. Okekiu Sakong Online Semuanya berjalan normal sampai suatu hari kedua orang tuaku yang sudah berusia senja menyuruhku menikah dengan salah seorang anak dari kerabat mereka.
Malam pertama Maya wanita biasa dengan kehidupan sederhana, tiba-tiba kehidupanya berubah sejak ia menikah dengan mr,billionair mulanya kehidupan Maya membaik meski keadaan dengan keadaan ekonomi yang mengenaskan Maya tak pernah menyerah. Hingga jenjang pernikahanya dia baru menyadari seluruh kehidupanya berubah ia harus extra sabar menghadapi mertuanya tang benci padanya belum lagi diumur 18tahun Maya dibebankan oleh kuliahnya sekaligus jadi istri dalam Maya melewati semua rintangan tersebut dan menemui titik terang? viewsCompleted Bukan Cerita Dongeng Dijodohkan dengan CEO muda, tampan, dan mapan bak cerita dongeng. Tapi jika ikut mendapatkan masalah dan berhadapan dengan masa lalunya, masih mau? viewsOngoing Cerita Cinta Ayu Putri Cerita Cinta Ayu adalah serangkain cerita dari buku diari milik Ayu tentang cinta pertamanya yang tidak diharapkan, bagaimana dia kehilangan orang yang sangat peduli dengannya, dan bertemu dengan laki - laki angkuh yang menyadarkannya tentang cinta yang selama ini telah dia lewatkan. viewsOngoing Mengemis Malam Pertama " Aku menginginkan anak," ujar wanita itu dingin dengan tubuh basah kuyup. Riki memandang tak percaya. Mazaya ... istrinya itu kembali pulang, setelah kabur di malam pertama pernikahan mereka lima tahun yang lalu. Riki tak menjawab. Dia bisu, dan itulah kenapa Mazaya meninggalkannya, tak sudi menikah dengan laki-laki cacat. Sekarang Mazaya menjilat ludahnya sendiri demi nyawanya yang berada di ujung tanduk. viewsCompleted Kita dan Cerita Pertemuan seorang gadis bernama Rayna dengan teman teman di sekolah barunya menjadikan kisah yang berharga bagi dirinya. Bersekolah bersama sahabatnya serta menemukan teman baru membuatnya semakin menyukai dunia sekolahnya. Ia tidak pernah berpikir akan bertemu dengan seseorang yang kelak akan berpengaruh pada kehidupannya. Bermula saat ia pertama kali bertemu dengan seorang kakak kelas baik hati yang tidak sengaja ia temui diawal awal masuk sekolah. Dan bertemu dengan seorang teman laki laki sekelasnya yang menurutnya sangat menyebalkan. Hingga suatu saat ia tidak tahu lagi harus berbuat apa pada perasaannya yang tiba tiba saja muncul tanpa ia sadari. Ia harus menerima bahwa tidak selamanya 2 orang yang saling menyukai harus terus bersama jika takdir tidak mengizinkan. Hingga ia melupakan satu hal, yaitu ada orang lain yang memperhatikannya namun terabaikan. viewsOngoing Kisah Malam Pertama Undangan sudah tersebar, gedung dan WO pun sudah siap, seminggu sebelum acara. Sayangnya, mendekati hari bahagia itu, pengkhiatan Diran dan Jonna baru tercium oleh Gee Andhra. Luar biasa mengejutkan dan membuat hancur perasaan Gee Andhra bukan? Meski sadar biduk rumah tangganya sudah hancur di depan mata sebelum melangkah ke pelaminan, tetapi Gee Andhra memilih tetap melanjutkan pernikahan untuk menghancurkannya di kemudian hari. Ya. Karena sudah terlanjur basah kuyup memberikan kepercayaan dan mempersiapkan segala pernikahan, sekalian saja Gee Andhra menceburkan diri untuk melampiaskan rasa sakit hatinya pada Arya Diranda Harsa dan Jonna Alexa dalam embel-embel pernikahan. Meski begitu, dia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa tidak akan pernah memberikan keperawanannya pada Diran sampai kapan pun. Ya. Keperawanan adalah hal yang paling berharga bagi Gee Andhra saat ini. Beruntung, hubungan yang terjalin 5 tahun dengan Diran itu tak sampai membuatnya hilang perawan. Meski toh bujuk rayu Diran hampir membuatnya terlena. Karena keperawanan adalah harga diri seorang perempuan, maka Gee Andhra akan memegang prinsip itu, tanpa peduli statusnya yang sudah sebagai seorang istri. Dia tidak akan menghancurkan barang berharganya itu untuk laki-laki bajingan yang merupakan suaminya sendiri. viewsOngoing TERNODA DI MALAM PERTAMA Di malam pertama pernikahannya, Aline shock karena ternyata bukan sang suami yang telah menghabiskan malam dengannya, tetapi sang adik ipar! Karena kejadian naas itu, Aline pun diceraikan di malam itu juga. Lebih parahnya lagi, Aline bahkan harus menikahi Rimba, sang adik ipar untuk menyelamatkan muka keluarga! Aline pun menerima semuanya sebagai ajang balas dendam. Meski begitu, Rimba menerima semua perlakuan buruk Aline. Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah hati Aline akan terus beku pada Rimba atau pada akhirnya mencair? viewsCompleted Hamil di Malam Pertama Dituduh sudah tak perawan dan sedang hamil, begitulah cerita malam pertama Vaulin. Ia ditalak Yuta malam itu juga, padahal ia merasa tak pernah melakukan hubungan badan dengan siapa pun. Apa yang terjadi sebenarnya? Siapa yang menghamili Vaulin dan mengapa ia merasa tak pernah melakukannya? Simak ceritanya! viewsCompleted Malam Pertama Dengan Majikan Nining, seorang gadis desa, menikah dengan lelaki yang tak memiliki status. Ya, antara duda dan suami orang yang bernama Andra. Istrinya pergi tanpa kejelasan dan kejadian itu berlangsung lama. Hal itu membuat Andra menjadi lelaki dingin dan tak berekspresi. Akankah Nining bisa membuka hati Andra kembali dan merobohkan gunung es itu? viewsCompleted Malam Pertama dengan Tetangga Rania terpaksa menikah dengan Reza gara-gara calon suaminya kabur. Awalnya Rania menolak karena keduanya bersahabat sudah lama, dan pernah berjanji untuk tidak saling mencintai. Namun karena keadaan yang memaksa mereka untuk menikah. Hari-hari mereka lalui bersama bagaikan kucing dengan tikus yang tak pernah akur. Namun saat rasa cinta mulai tumbuh, di antara mereka berdua, tiba-tiba Evan datang kembali dan meminta Reza untuk melepaskan Rania. Akankah Rania memilih Evan dan kembali padanya. Atau justru tetap bertahan dan membuka hati untuk Reza? viewsCompleted
\ncerita dewasa malam pertama nikah muda
Ceritadewasa malam pertama ini mengisahkan seorang suami yang masih lajang menikahi wanita yang sudah pernah 10 kali menikah. Ia adalah suami ke 11-nya. baru saja menikah dengan seorang wanita muda yang cantik seksi dan elegan yang sebelumnya sudah bercerai dari 10 suami. Pada malam pernikahan mereka, kata istrinya kepada Badu, suami ke-11
18+ Sherin Pov Tibalah saatnya kami memasuki malam pertama di kamar pengantin tepatnya sekitar pukul dimana acara resepsi pernikahan telah usai, para tamu tidak ada lagi yang datang, dan orang-orang dirumah juga tampaknya tinggal beberapa orang saja yang masih terjaga menunggu peralatan resepsi, adapun kebanyakan sudah tertidur pulas karena pasti kecapean melayani tamu demi tamu yang datang tak henti silih berganti baik tamu dari pengantin pria, pengantin wanita, maupun tamu dari orang tua kami. Setelah mengunci rapat pintu kamar, Lenno suamiku berjalan mendekati aku. Aku berdebar dengan apa yang akan terjadi "Terima kasih" ujarnya pelan "Terima kasih juga telah menikahiku" "Aku sangat mencintaimh Sherina. Aku berjanji dan bersumpah tidak akan menghianatimu. Tidak akan pernah menyakiti hatimu" "Aku percaya kepadamu. Aku juga berjanji akan mengabdi dan melayanimu dengan baik. Menjadi istri dan ibu untuk anak - anakmu" aku merasa malu telah berkata seberani itu. Lenno mendekat dan berkata setengah berbisik "Sayang, ini malam pertama kita sebagai suami istri. Tebak apa yang akan kita perbuat pertama kali dikamar pengantin ini?" Mendengar pertanyaan suamiku tersebut aku hanya tertunduk malu sambil menggeleng-gelengkan kepala isyarat menjawab tidak tahu. Padahal sebenarnya dalam hatiku banyak sekali yang ingin kuungkapkan, namun karena aku malu jadi hanya bisa terdiam tanpa sanggup berkata-kata. Sesekali kulihat wajah Lenno yang tak henti menatap wajahku sambil tersenyum hingga akhirnya dia menggunakan telunjuknya untuk mengangkat daguku agar tak terus tertunduk. Masih dengan perasaan malu, akupun menegakkan wajahku hingga menatap lurus ke wajah tampannya. Kulihat Lenno kembali tersenyum yang reflek kubalas senyumannya itu dengan senyuman malu. "Aku kan sekarang sudah menjadi suamimu, tak perlu malu seperti itu lagi dong! Kita sudah halal untuk berdua-duaan dikamar seperti ini, jangan takut digerebek hansip atau pak RT" canda Lenno coba mencairkan suasana. Sepertinya dia tau bahwa aku sangat grogi dan tegang. Aku hanya mengangguk sambil sedikit tertawa namun tetap menujukkan rasa malu. Lenno menarikku kedalam pelukannya, didalam pelukkan Lenno aku merasa hangat dan nyaman. Ini pertama kalinya aku dipeluk oleh laki - laki tapi tak masalah aku bangga karena dia yang pertama adalah suamiku yang sah, aku merasa ada barang yang keras menempel di pahaku. ternyata itu adalah Junior Lenno yang sudah mulai menegang. aku pun menatap Lenno geli dan tanpa aba - aba dia lansung mencium bibir ku pelan membuatndarahku seketika berdesir. Ciuman lembutnya kemudian berubah menjadi lumatan dan dengan perlahan naluriku aku membuka bibirku membiarkan lidahnya masuk menyapu kedalam bibirku dan kedua tangannya satu meraba bagian dada ku dan satunya sudah masuk dalam CD ku. Terasa sekali bila Lenno sudah sangat mahir dalam hubungan percintaan ini dan jujur saja aku benar - benar merasa tegang dan gugup ingin aku menepis tangan Lenno namun aku sadar bahwa dia pantas untuk menyentuhku dia berhak karena dia suamiku dan aku akan pasrahkan diriku malam ini kepadanya. Lenno sudah memengang kewanitaan ku, ia dengan lembut mengosok-gosok klitorisku yang membuat aku tidak bisa mengontrol nafsu birahi yang mulai memanas ini. Biar aku tidak pernah melakukan percintaan sebelumnya tapi aku menyadari kini diriku telah terbuai akan belaian Lenno mataku menggelap menikmati birahiku. Dan setelah itu sambil tidak berpisah satu sama lain kami berdua berjalan step by step menuju ke ranjang. Setelah sampai diranjang Lenno sepertinya sudah tidak bisa nunggu lagi untuk menjalankan tugasnya ini, ia lansung membuka semua bajuku dan bajunya. Hingga tubuh kami sama - sama polos. Lenno melepaskan ciumannya dan memandangku tanoa kedip. Aku meraih bantal dan menutupi bagian payudara yang tereskpose "Kenapa?" tanyanya "Aku..." "Kau tau Sherin, tubuhmu sangat indah, kau adalah ciptaan Tuhan yang terindah dan tersexy. Aku beruntung bisa memilikimu. Malam ini aku akan menembus keperawananmu, apakah kau siap?" Aku memalimgkan wajahku karena ini sungguh memalukan, terlali vulgar. Aku hanya menjawab dengan anggukan kepala "Dengar aku Sherin, kita sudah suami istri jangan malu lagi, nikmati segala sentuhanku, agar kita bisa menikmati malam pertama dan malam - malam selanjutnya sayang" "Aku bersedia suamiku, aku adalah milikmu. Nikmati malam ini dan malam - malam selanjutnya ini hakmu" ujarku penuh percaya diri. Lenno mulai mencium leherku dan mengigitnya perlahan aku hanya bisa mendesah geli dengan aktivitas Lenno. Aku memejamkan mata dan menikmati sentuhannya Setelah foreplay nya selesai Lenno membaringkanku dan membuka lebar kedua kakiku, walau masih malu dan sedikit berdebar karna aku ini masih perawan, dan sama sekali belum pernah melakukan ini. Apalagi saat sekilas aku melirik kejantanan suamiku itu besar dan panjang membuatku ngeri bagaimana barang sebesar itu menembus kewanitaanku? "Pelan - pelan" ucapku terbata "Rilex sayang nikmati.." Dan Lenno pun mulainya dengan pelan-pelan dan ia coba untuk memasukkan kejantanannya kedalam kewanitaanku, ia mulai dengan lembut pelan-pelan memasukkan kepala penisnya "Aaahh..." aku menjerit kecil merasakan sesak dibagian bawahku dan karena sakit saya pun menahan tubuh Lenno untuk berhenti sejenak dan perlahan-lahan masuk. Lenno tau kalau aku lagi sakit jadi dia pun melakukan dengan lembut. "Tahan sedikit lagi ya syang" Lenno menciun bibirku untuk mengalihkan rasa sakitku Perlahan-lahan penis itu masuk ke dalam vaginaku dan terasa banget kalu ada sesuatu yang keras muat dalam lobang vagina ku dan terasa perih. Aku merasa ada yang sobek di dalam vaginaku mungkin dia telah berhasil menembus keperawananku "Kini sekarang kau telah resmi tidak perawan lagi dan menjadi nyonya Adhirajasa" Perlahan Lenno menggerakkan pantatnya dengan tempo pelan aku merasakan rasa perih itu perlahan berganti menjadi rasa nikmat. "Aahh..." Lenno terus memompaku, dengan tangan yang meremas remas lembut payudaraku hingga membuatnya menjadi merah. Aku hanya bisa menjepit kedua kakiku pada pingguk Lenno saat merasakan ingin pipis "Lenno... Hahhhahh.. Aku.. Akkuu mau pipiiiiiss se..sebentar" "Keluarkan saja orgasme pertamamu" aku tak bisa lagi menahan pipis yang meledak akan keluar sebodo amat deh kalau aku akan mengompol "Aaahhh..." aku mendesah lega saat berhasil pipis "Nikmat?" tanyanya yang semakin kencang memompaku aku hanya menutup mata dan menikmati setiap genjotannya "Sherina... Aku mencintaimuu...." ucapan Lenno lebih terdengar seperti lenguhan panjanh dan aku merasakan penis Lenno berkedut dan terasa sesuatu yang hangat menyemprot rahimku. Aku tau dan aku sadar Lenno menyiramkan benihnya di rahimku Lenno merebahkan kepalanya di bahuku kemudian mencium pipiku lembut. "Aku beruntung mendapatkan istri sempurna sepertimu" ujarnya dengan napas terengah "Aku juga beruntung menjadi istrimu" "Aku mencintaimu Sherina selamanya" "Aku memcintaimu Lenno selamanya"
Janda18 tahun. duda anak 2 yang tinggal di sebuah kampung. Duda. ni nama dia Amat. Amat ni dah 3 tahun menduda setelah kematian isterinya. Pada satu hari , Amat yang dah lama kesepian terfikir kenapakah dia tidak. mencari pengganti arwah isterinya, ada jugak yang akan menjaga dirinya nanti,
Dua Cipap Di Malam PertamaAku Rizal, 24 tahun, jatuh cinta dengan seorang janda, Rubiah, 34, tak ada anak - seorang setiausaha di pejabat sama blok dengan aku ni. Kami bercinta dan setelah mengenal hati budinya, dan kisah silammnya, setelah dekat setahun aku pun melamarnya. Bukan main suka lagi Ruby. Keluargaku pun bersetuju setelah ada bantahan sebelum itu - maklum lah aku ni bujang teruna’ kata mereka dan tak patut aku cari janda pulak. Tapi janda pilihan aku tu macam anak dara… mereka tak kenal dan belum berjumpa lagi dgn Ruby…Walaupun majlis itu sederhana, ramai juga ahli keluarga kami yang datang, tambhan lagi keluarga Ruby sendiri dah besar - 6 adik beradik, aku ni 3 beradik saja… Ruby, kakak yang tua dan yang lain semua perempuan, cantik2 belakan macam Kak Long mereka, kecuali yang bongsu saja lelaki - masih di tingkatan 3. Yg lainnya dah bekerja dan di kolej inst pengajian tinggi. Adik Ruby, yang nombor dua Lisa juga seorang janda, 32 tahun, tapi dah ada dua orang anak….kami semuanya mesra belaka… meriah lah malam tu… usik mengusik dan bergurau senda mereka adik beradik, dan saudara sepupu yang lain…. mengusik usik kami masa makan malam tu… pendek kata meriah lah di rumah Mak Ruby di kampung pertama tu, setelah tamat majlis yang sederhana di rumah maknya, pada jam 11mlm, kamipun beredar ke bilik pengantin. Bilik yang paling besar di rumah kampung tu, satu je bilik di sebelah atas tu, bilik2 lain di belah Pengantin tu cantik berhias, dengan bunga, wangi2an… perabot baru, cadar baru, carpet baru, semua baru lah. Aku yang masih teruna ni, tak lah teruna tulen, dah ada yg lain memegang dan hisap konek aku ni dulu tapi tu cerita lain….bagiku teruja lah sangat, kami semasa becinta, ada juga pegang2 dan kissing, tapi setakat had 20km se jam je, tak sampai terbabas pun…. malah nampak pun belum lagi di bahagian dalam melangkah masuk dahulu, lepas Ruby masuk je, aku pun menutup pintu… kami pernah bergurau yang Dia akan aku dukung masuk dan letakkan atas katil.. macam ala ala filem star Hollywood pulak… hehehhe… tapi, tak kesampaian begitu … kami masuk dan aku lihat Ruby renang tersenyum…Aku pulak tak lah gementar sangat, agak tenang dan teratur langkahku. Aku tahu, dia pun tahu, malam tu lah kali pertamanya kami akan mengadakan hubungan sex, dan memadu pernikahan kami ini. Aku tahu, yang Ruby ada pengalaman, walaupun dah menjanda 5 tahun, suami menceraikannya setelah dia ke luar negara menyambung pelajarannya. kata Ruby, sebab jauh dan lama sangat ditinggalkan… begitu terus ke meja, membuka baju melayuku, ada singlet lah, dan Rubi pula di almari baju mencari baju tidur.“Abang… ” mula pertama yang romantik malam pertama yang best main mlm pertama cipap dara malam pertama yang romantik malam pertama yang best main mlm pertama kisah malam pertama yang best cerita puki aku dirogol kote sedap cipap stim cerpen stim sedap memantat “Ye Bi…” aku jawab. Memang 'Bi’ utk 'baby’ juga tu. Menoleh ke belakangku. First time aku nampak belakang Ruby. Bajunya dah ditanggalkan, cuma bra saja…. bra hitam… belakangnya putih melepak, lagi putih dari kulit tangan dan mukanya. Aku perhatikan sambil aku menanggalkan seluar…bernafsu horny aku ni….“Malam ni… kali pertama kita ni, ” dia menoleh padaku seketika. Menjeling sikit. Manja …. Baju dipegangnya di dada. Ruby pusing dan “Ruby nak rasa nikmatnya bersama abang.” dia senyum malu2… aduhhh memang aku dah keras dah ni… malam pertama!Aku pun memakai kain, dan duduk di birai katil. Memandang isteriku menyalin pakaian, pakaian yang akan aku buka nanti… Dia senyum memandangku. Diletaknya pakaian tidurnya itu, aku ingat baju tu, aku yang beli, 'utk malam pertama’ kataku. Dia pun melorotkan zip di tepi kainnya, mennanggalkan dengan perlahan lahan…. melepaskan jatuh terus ke lantai. Peha kakinya sungguh seksi… berisi sikit …ermmm… panties merah! aku kena sabar… ini mlm pertama… jgn gelojoh, tak lari pantat ni… isyy!“Abang…. Bi nak rasa malam pertamakita ni suatu keseronokkan bang…. bagi kita.” Rubi mengadap aku… hanya dengan bra dan panties seksinya …. berdiri depan aku, tak ada lain yg melindungi body seksi Rubi… dia senyum manja… membuat aku keras saja… normal la aku ni.“Ye Bi, abang pun nak begitu… nak merasa nikmatnya kali pertama ni…” kataku, walaupun aku tahu dia janda, dan bukan anak dara, tak akan berlaku lah 'pecah dara’ dan ada kesan darah, 'reaksi terkejut melihat batang lelaki tu boleh membesar dan lembek mengecil’ dan lain lainnya… reaksi ni memang ada - ada perempuan yang tak tahu batang tu kecil dan boleh membesar!!!Rubi tersenyum, nampak kegembiraan di mukanya… lalu dia menanggalkan bra dan pantiesnya perlahan lahan depan aku. Aku perhatikan tetek Bi yang akan aku ramas dan hisap… nyonyot… aduhh pantatnya di trim cantik… nampak liang pantatnya. “Abang suka?” manja menjeling…“Suka sangat Bi… suka sangat.” aku kata… dan mengurut urut batang keras aku.“Bi pun suka batang keras abg tu… hihihi!” dia memuncung pada batang aku yg dah keras ni.“Bi nak batang ni masuk dalam pantat Bi malam ni kan?”“Ermmm… nak bang… dan nak hisap sekali… dalam mulut Bi ni bang…” jawabnya manja. Aku bertambah stim dan keras… kalau nak cepat2 la mandi… aku dah tak tahan ni!“Kat sini bang…. tengok ni bang! kata Rubi menggosok gosok tundun dan liang pantatnya… pantat bini aku, pantat aku la…"Ermmm… Bi… mari lah sini …. ” aku dah tak tahan…“Bagi lah Bi mandi dan wangi2 dulu bang…. baru best abang nanti….” jawab isteri aku ni… manja dan cukup sabar… pandai buat aku nak kan dia… “Bi bau masam la bang… berpeluh tadi…” katanya lagi lalu mencapai tuala mandi, dan melangkah ke bilik mandi. Aku baru ku tu masuk ke dlm bilik mandi… berkemban, “Bang.. lepas mandi ni, abang nak Bi pakai yang mana? ada dua yg abg belikan ni… hitam? atau merah?” katanya senyum , nampak manja… ada sikit sundal… semua ada lah… dan aku suka semuanya yg ada pada Bi.“Pilih lah Bi, bagi abg surprise… hehehe!” aku tawa kecil , ada bunyi nakal sikit! Terdengar air shower di buka… “Bi nak bersih2 dan wangi2 dulu, abang.” katanya senyum. Aku tahu dia nak cuci sikit badannya tu, mungkin nak letak wangian… atau cuci cipap dia tu… hehehehe!! Aku pun baring, dengan membantalkan lenganku, memandang ke siling… teringat akan satu malam dulu, masa ber dating. Keras tegang konek aku masa tu, baru saja dapat kucupan sikit di bibir… malam tu aku teringat yang Ruby meraba pehaku, dan aku pula dapat menyentuh buah dadanya, tapi da pakai baju dan bra lah… isyyy! itu pun dah tegang keras dah… ini kan pula, kejap lagi… dapat aku sentuh semuanya, dalam keadaan telanjang bogel tanpa 'seurat benang pun’… isyyy!!!Konekku bergerak gerak dalam kain pelekat ni, menanti isteriku yang akan aku tiduri buat kali pertamanya…yang akan aku masukkan konek keras aku ni ke dalam lubang cipapnya tu…apa rasanya ye? Betul ke sedap sangat macam err… macam… yang ditonton dalam vcd2 lucah tu?Terbayang pulak aku, akan vcd dan clip video porno yang aku tonton… dan mms gambar2 video clip budak2 Felda dan minah2 rempit yang entah sesiapa yg hantar padaku tu! Bukan aku yang beli vcd2 tu, tengok kawan punya lah… itu pun ramai ramai tengok! Nak stim pun kena usik! Pegang konek pun kena usik! Kena sorak! Kena kutuk! Macam2 lah kawan2 di rumah bujang dulu! hehehehe!Aku pasti yang body isteriku ni, memang macam pelakon2 porno tu, aku tengok memang mantap sangat… buah dadanya masih tegang, dan agak besar juga… tapi memang baka kot, semua dalam family dia ni, macam tu je bentuk badan mereka, berisi sikit… tak gempal lah…Hmm… dan cipapnya… hai cipap, aku pun tak tahu nak kata apa ni…nak bayangkan macam mana pun tak reti… dah tengok dia mengangkang nanti baru lah tahu, kan? ye tak? Macam pantat ratu2 porno tu ke? Hehehehe!!! stim jugak menunggu ni… mesti sexy Ruby bila dia pakai salah satu baju tidur yang aku belikan tu, khas utk malam pertama begini lah… ada dua pasang aku belikan, siap dengan panties yang tali tu… dan yg satu tu ada lace… Hmm… memang stim dah ni, menunggu je dah stim, belum kena sentuh lagi, atau kena hisap! Tanganku merayap ke batangku… dah tegak! Hmmm… nak selindung apa pulak, bukannya ada orang lain lagi dalam bilik ni…Baru saja Bi keluar, pintu biilik diketuk. Dengar suara. “Bang? Bang?” aku pun bangun membuka pintu, tanganku menutup ketegangan di celah kangkangku ni.“Ohh Lisa?” Lisa ni adik Rubi yang janda tu. “apa hal?” aku tengok Lisa, dia, er, dia sexy nak mampus! Pakai pulak baju tidur yang aku belikan utk Kakak dia? Isteriku? kenapa pulak dia yang pakai? atau dia ada yg sama?“Mak bagi ni hah… utk abang dan akak.” kata Lisa…terseipu sipu Lisa.“Oh air mineral! terima kasih Lisa… ada rasanya dalam bilik ni..” aku jawab, memandang pada Lisa, tetek macam nak terkeluar dari baju tu… ternganga juga aku dibuatnya.“Yang ni lain bang, kata Mak…” senyum menawan Lisa padaku.“Ye lah… lain apa nye ye?” aku mengambil dari tangannya, tapi masih memandang dia dari atas ke bawah… peha nampak gebu… oleh kerana baju tu nipis, aku nampaklah panties yang dipakainya.“Entah Lisa pun tak tahu, mungkin utk abang dan kakak malam ni lah… hihihi..” ketawa Lisa.“Errr….Lisa ni…” aku teringin nak bertanya kenapa dia memakai baju tidur pink Kakaknya tu?“Lisa tahu, abang nak tanya pasal baju teddy ni kan?” nampak hilang senyuman Lisa, berganti dengan muka masam sikit. “abang jangan marah lah…”“Ye lah… cakap lah…” aku nak tahu sangat, kenapa Lisa pulak yang pakai baju ni khas utk Ruby!“Biar Lisa masuk jap…” lalu dia masuk dan duduk di katil. “Macam ni Bang… dua hari lalu Kak Bi datang ke bilik Lisa, dia nak pandangan Lisa je… yang mana lebih sexy.” Lisa senyum padaku, dia duduk, tapi oleh kerana baju tidur tu pendek sangat, maka aku nampak lah apa yang di celah kangkang Lisa tu… aku memang dah keras…“Hmmm… ” aku tak tahu nak respond macamana bila berdepan dengan seorang pompuan yang berpakaian sexy di depan aku ni, duduk di katilku, pada malam pengantinku, dan pompuan ni bukan isteriku! adik iparku! Kau org yang baca ni , tahu ke nak cakap apa?“Tapi bang, panties ni…” dia menunjukkan pantiesnya padaku pulak?“Err?” aku nampak, Lisa mengangkangkan pehanya… panties berenda, yang brwarna biru dan ada riben putih di tengah2 tundunnya tu dan di tepi.“Ini bukan panties yang abang belikan Kak Bi tu… cuma baju je yang Lisa pakai ni sama dengan apa yg kakak ada, juga panties macam ni.. yang tali kat tepi pinggang ni…” Lisa sengaja je menunjukkan apa yang ada di bawah pinggangnya… Lisa menarik baju tu ke atas… nampak pantiesnya… budak ni! Seksi lagi dari wife aku!! aduhh!“Orrrrr…” aku nampak macam tatu 'kupu kupu’ kecik sepasang, di pangkal peha kanannya…. betul2 di tepi tundunnya yang tembam tu…“Tapi cantik lah bang, pandai abang pilih, sexy giler utk Kak Rubi… mesti best lah abang… Lisa nampak pun memang abang dah sedia sangat tu…” jarinya menunjuk pada depan kan aku tu… Oh? Tegang menegak macam khemah kawin depan aku. Aku capat2 tutup dengan tangan. Lisa senyum nakal …“Eh? Lisa niii!” aku kata. dgn nada sedikit marah.“Lisa pergi dulu bang ye… anak2 Bi dah tidur dah tu, akak tunggu dalam bilik mandi tu kan? Selamat malam bang… enjoy yourself puas puas bang!” Lisa datang memeluk ku dan mencium pipiku. “Lisa suka la akak dah kawin balik!”Dia memandang pada ku, dia pakai contact lens coklat, sama dengan warna rambutnya yang di dye nya. “Buat baik2 bang eh? Kak Bi tu dah lama sangat tak kena tu…hihihihi!!” kata Lisa yang terus menyentuh batang keras aku! Terperanjat aku! Lisa bangun senyum. “Wow! Keras mcm kayu jati bang!” Dia bangun, melangkah keluar… punggungnya yang nampak nak koyak panties tu… macam mengamit gamit aku pulak… “Lisa rasa abang dah selalu buat ni… tapi dia tu dah lama la bang… bertahun dah tu.” kata LIsa.“Apa?”“Kak Bi tu… dah lama tak dapat tu bang! Mesti bagi dia puas bang!” dia ketawa kecil dan aku perhatikan adik ipar seksi aku keluar… “err.. selamat malam Lisa…” itu saja yang dapat aku katakan. Dan Lisa pun keluar bilik. “Buat baik baik bang… Kak Bi dah nak sangat tu… dah lama tunggu…” Dia senyum dan mengenyit mata pada ku, semasa dia di pintu!Keliru dan confused aku sekejap. Apa yang baru berlaku 5 minit tadi tu? Lisa, adik iparku, juga janda, masuk bilik bawak mineral water dan dia pakai baju tidur sexy yang sama mcm aku belikan utk kakaknya… dan tayang body! Bukan tu saja, tayang cipap dia lagi, dan tetek dia yang menggunung besar tu? Tegang aku dibuatnya, tapi aku keliru! Stim juga… tapi masa dia masuk tu, aku mmg dah stim pun, tapi kenapa pulak aku rasa stim sangat ni?Lima minit kemudian, Rubi isteriku keluar dari bilik mandi …tiba2 hilang bayangan dan imej Lisa yang sexy tadi tu….. tumpuanku kini pada isteri ku yang sah… “Jangan padam lampu Bi.” aku kata. Aku nak puas2 pandang tubuh sexy isteriku ini. aku tengok dia pakai baju tidur yang hitam… mana mana pun memang sexy pada ku…“Malu la bang… ” kata Rubi senyum….“Nakal eh? Apa nak malu kan….memang kita kan tengok body masing2 malam ni… dan kita akan madu asmara sayang Bi.” kataku. Terperanjat jugak aku boleh kata maccam tu… entah mana datangnya ayat puitis tu!“Hihihihi!!!! ” ketawa Rubi dan dia datang rapat padaku… aku duduk di katil , dan dia betul2 di depanku… aku cium perutnya dulu… dia ketwa kecil kegelian. Tanganku di sisinya, dan tangan Rubi di bahu dan di tengkokku… menarik kepalaku ke depan… dia nak aku kucup cium dulu tubuhnya sebelum yang lain. Aku cium dan jilat seluruh perut dan naik ke dada teteknya…. Rubi mendesah….bibirku bergerak dari tetek ke pusat dan ke sisi pula… di pinggang…. tanganku dah bergerak ke buah dadanya… aku ramas2 manja…. memang best, boleh tahan lagi tegangnya… “Ohhh bannnggg!!!” keluh Rubi ramas lah… apa lagi kan, memang ini yang aku tunggu lama ni… hanya kain nipis saja yang menghalang kulit kami bertemu… aku gesekkan tapak tanganku ke puting kanannya dulu….. “Hmm….Ohhh!!!” mengeluh kesah Ruby. Gesek, gosok dan ramas puas… ramas manja… memang tak rugi aku ni.. kenyal dan puting tegang… panjang sikit, takkecik… ye lah, tak pernah kena hisap… Lepas ni aku nak hisap puting kau, isteriku…“Ohhh banggg.. lemah lutut Bi bang….” kelohan Ruby…“baring sini… mai…” kata ku. Mata kami bertentangan… dia yang menarik dulu pandangannya… aku tahu dia sedikit malu lagi. Betul kata Lisa, dah lama tak dapat… eh? apa pulak aku teringatkan si Lisa ni? ada yang baik depan aku ni…?Ruby baring… pehanya yang gebu tu naik sebelah… tersingkap kain baju nitie tu … aku di sebelah, aku pandang dari atas, lagi mata kami bertentangan… tangan ku menguapkan helaianrambut nya. Rambut Rubi pangan melepasi bahu… tapi semua adik2nya pun macam tu… Lisa pun macam tu juga… aiks? apa pulak yang imej Lisa yg sexy tadi tu masuk dalam secene ni?Aku sapu2 kan mukanya… dahinya… mengngetepikan helaian rambut yang menutup sedikit dahi dan mata Rubi… “Hihihi… malu la bang… abang pandang macam tu…” kata Rubi. Pangkal dadanya macam nak selambak terkeluar dari top nitie tu. Kembung… best… memang ini lah sebabnya aku belikan baju ni…“Tak perlu malu dengan abang Bi… kan abang akan punyai tubuh mu ni… selama nya…” kata ku berbisik.. dan aku tunduk… rapat … tanganku di sebelah lengannya… kami kucup. Batang aku keras melintang terhimpit dengan body isteriku. “Hmm…” bunyi suara Ruby. Kami kissed memang bernafsu… lidah kami bertemu… lamanya kami tak kissing macam ni… sejak bertunang dulu, tak pernah kiss mcm ni lagi… 3 bulan…“Ohhh!!! Banggg… basah abang buat Rubi..” kata katanya yang pertama selepas kami berkucupan tadi. tangan aku kembali ke buah dada nya… aku ramas… batang aku yang keras tu menyondol nyondol pinggang Ruby.“Abang dari tadi dah keras dah…” aku kata memberi senyuman. Hmm… masa Lisa masuk tadi pundah keras… Oh? Lagi imej Lisa masuk dalam kepala aku ni!!!Tangan aku turun ke bawah, kami masa bertentang mata… ke bawah, ke cipap Rubi…yang masih ditutupi panties hitam string… “bang… jilat Bi kat situ, bang…Ohhh!!!” kata Rubi yang dahbasah tadi. Jari2 ku turun di situ dulu, di alornya… memang dah basah alor ni…“kejap lagi lah, abang nak puas puas tengok Bi dulu… dari sini… dan raba raba Bi…” kataku.“Hmmm…. banggg… air Bi dah kuar banggg!!!” Rubi terketar ketar sedikit danpehanya mengepit jari2 ku… “Ohhhh banngggg!!! Ohhh!!!” mendesah Rubi… dan dia mengalami klimaks kecilnya dulu…aku tahu pompuan akan basah kat situ… dan akan selalu capai klimaks dulu. jari2ku mula bergerak kembali ke alor cipap Rubi. masa tu lah aku merasa kali pertama tangan Ruby menyentuh konek aku… “Ohhh Bi…” aku pulak bersuara .Dia tersenyum dan bergerak gerak sepanjang konek aku yang terpacak tu… dia kemudian menggenggam dengan perlahan. “Penuh tapak tangan Bi bang… gemok batang abang ni…” kata Rubi pertama kali menyentuh konek aku, dia kata batang? Ye lah, bantang la tu… dah keras macam batang, kalau kecik lembek, konek je… ok lah tu. Tapi gemuk? Hmm… dia dah mula buat perbandingan tu… dengan batang suaminya dulu ke? Ye lah dia janda, sama macam Lisa… Isssyyy!!! Lagi lagi imej Lisa masuk ke dalam minda aku ni…. ganggu je lah..!“Ohhhh Bii… pandai Bi gosok dan buat macam tu lagi Bii…” aku pulak merasa nikmatnya bila kali pertama 'batang’ aku digenggam dan diurut urut macam dia buat tu. Tak apa lah, aku dahtahu isteriku ada pengalaman, seorang janda, aku tahu tu, awal lagi aku dah tahu… dia jujur… walaupun macam anak dara, dia bagii tahu aku dulu… takkan lah dia tak tahu nak buat macam tu, nak bagi 'suaminya’ dulu tu kenikmatan sex? kan? aku pun terasa nikmatnya… aduhhh best betul biii…macam Lisa juga, seorg janda juga… itu sebab dia nakal semacam je denganabang iparnya, dia boleh kangkang macam tu… di atas katil pengantin ni? belum kakak dia kangkang, Lisa dah buat dulu… alamak! balik2 imej Lisa yang masuk kepala aku ni, imej Lisa terkangkang pulak tu…isyyy!Jari2 ku masuh lagi di alor cipapnya… 'kat situ’ kata Bi. Memang aku nak jilat kat situ… nak jilat puas puas…. kata geng kat pejabat yang dah kawin tu, ada byk pengalaman tu, 'kau jilat je Zal… mesti dia lemah punyer.’ Macam2 aku diusik mereka minggu lepas… sebelum aku ambik cuti panjang. 'Lepas tu kau masukkan je…’ Aku ingat lagi apa kata mereka tu.'kau nak kawin dengan Ruby tingkat 11 tu? Untungnya kau Zal!!! Body mantap montok tu… janda lagi! Untung kau Zal!’ , 'tahniah Zal! Kau dapat jugak dia eh. Puas aku mengorat dulu tak dapat!’ kata kawan2 di pejabat. jari2 ku masih di alor basah Ruby… dia mendesah sepanjangan… sedap lah cium lagi bibir isteriku dan aku alihkan posisiku. Kini aku di celah pehanya… aku tolak kain nitie tu dari pinggangnya ke atas… Rubi mengetap bibir menunggu aku membogelkannya… dia senyum… aku pun balas senyuman isteriku yang sexy ni, di bawah aku ni… kain dah aku tanggalkan, Rubi nampak batangku kali pertama… “Hmm… betul teka Bi bang, batang abang gemuk! Dia senyum…”“Hehehehe!! Batang Rubi juga tu… ” Rubi tersenyum….. “Rubi punya kan bang? Dan bukan orang lan punya kan?” kata Rubi menggatal dengan suaminya, aku. Aku senyum dan bergerak nak menanggalkan pantiesnya. Dan dengan kerjasama Rubi yang mengangkat punggunnya sedikit aku melorotkan panties nya….aku terbau wangian di tundunnya… tundun Rubi di cukur di sebelah tepi.. tapi di tengah2 ada satu garisan bulunya yang saja ditinggalkannya… “Cantiknya tundun Rubi ni…” aku puji jagaan Rubi. Memang cantik pun, macam ratu2 porno dalam vcd2 tu lah… aku jatuhkan panties hitam tu ke bawah.“Hmm…cantik ke bang… pantat Bi tu?” dia senyum lagi, menarik sangat padaku… Pantat? Pantat katanya… ok lah, pantat lah…“cantik sayang…. memang macam ni Bi jaga dari dulu?” aku letakkan tapak tanganku di atas tundunnya dan aku tekan sedikit dan aku lorotkan ke bawah… mengikut alor cipapnya….. alor pantatnya yang dah lama basah.“Ye bang… macam ni lah pantat Rubi, tapi malam ni specialla sikit, Rubi …Ohhhh banggg!!!” keloh Rubi sebelum diahabis menjawab… sebab aku melorotkan jari2ku kebawah… menggesel alor pantatnya.“Ohhh abangggg!!! sensitif kat situ bangg…” kata Rubi mendesah. dan aku mula menjolok jariku masuk.. sebelah tangan lagi meramas ramas buah dadanya…dengan jari telunjukkyu aku menjentik jentik puting Rubi sebelah kiri… jari tangan sebelah kanan dah masuk… basah lecin dan panas… aku jolok… “Ohhh banggg… ahhhh!!!” aku teruskan menjolok dan setiap kali aku tolak masuk, ibu jariku mengena bijik kelentit Rubi. lama jugaaku buat begitu, dari satu jari dah menjadi dua… sambil melutut di celah kangkangnya , aku meraba meramas buah dadanya dengan tangan kiri, dan menjolok2 dengan jari2 tangan kanan.“Ohhh banggg kat situ banggg!!! Laju lagiii!!” aku mengikut kehendak Rubi, aku nak bagi dia puas dulu… sebelum batang gemuk aku ni masuk… Rubi menggigil dan kedua duatangannya meramas buah dadanya… diramasnya kuat, takut aku menlihatnya, diramasnya kuat betul… dia klimaks tu… aku teruskan menjolok dua jariku… ke dalam lubang pantat isteriku.,… sampai dia klimaks. aku perhatikan Lisa dengan pejammata mengerang dan mengerang, lebih kuat pulak tu suara dia mengerang…pasti ada yang mendengarnya, maklum je lah, dinding katu papan!Aku tarik jari2 ku keluar sebaik saja dia menggigil mencapai klimaks tadi… dan saja aku perhatikan, ini kali pertama padaku. Setelah aku lihat Ruby tersenyum memndang aku…buka matanya, aku pun rapat dan mengucupnya. “Terima kasih bang…”Selepas tu aku pun memberi salam dan terus masuk ke dalam lubang pantat Rubi, memang dia tak dara lagi, sama macam Lisa, alamak!! aku ni kena fokus lah!!! dan aku terus saja masuk, Bi mengerang dan aku masuk sampai ke tahap maksimum batang aku boleh masuk, “Ohhhhh bvanggg!!!”“Ohhh Rubi…ketat nya… sayang !!!” aku tujah keluar masuk dan masuk keluar, aku angkat kaki Ruby dan aku masuk dengan pantas dan lebih dalam lagi. Ini semua membuat Rubi mengerang tak henti henti. “Ketat pantat kau ni Rubyyy!!!” aku ulang dan ulang. Sensasinya tak boleh nak aku bayangkan.. ini kali pertama aku masuk ke dalam panta seorg pompuan…. dan dia isteriku pertama tu tak lama, aku tak tahan dikemut dan dikepit begitu… dan aku pun pancutkan kat dalam “Ohhhhh!!! Rubiii!!!” aku mengerang masa aku lepaskan maniku ke dlam lubuk pantat isteriku…“Banggg!! panasnyaa…” balas Rubi… “banyaknya banggg!!! cepat kita dapat anak ni…” senyum puas Ruby ku. Aku biarkan batangku di dalam, nak rasa kemutan pantat isteriku tu….“Ohhhh Bi… puas abang, Bi… Ohhh!!!” kataku dan aku rasa batangku dikemut2 Ruby.“Banyak mani abang… cepat kita mengandung ni bang….” kata Rubi manja… kami kissed….Aku tunduk dan rapat pada Rubi, masa aku tunduk tu, aku terampak lampu kecik merah berkelip kelip, aku pandang lagi…. dan ke depan lagi, batang aku menjolok dalam lagi… Rubi mengerang sedap… “Ohhh banggg dalammnya…”Aku tengok? Eh? Ada camera video di kepala katil…? lampu merah yang berkedipan tu, merakam tu? tadi aku tak perasan… lampu pun terang… tak nampak lah… memang sah itu kamera video… dan aku boleh agak yang itu adalah kepunyaan Lisa. tak kan ada org lain masuk, selain kami berdua saja….Kami kissed dan aku baring di sebelah Rubi memikirkan Lisa yang sexy tadi , adik iparku, dah letak kan Vcam… dan mindaku berfikir utk apa dia rakam aku dan kakaknya mengadakan sex? nanti aku akan cari jawapannya. “Bang… best tak bang?”“Abang puas Bi, best! Sedap betul body Bi ni…” kataku… tangan ku masih di body sexy Ruby… bermain main, janganlah nak aku jemu kat body sexy isteriku ini…aku berdoa perlahan lahan dalam hati.“Hmmm… I love u bang…” kata Rubi memeluk aku, kemudian dia terus ke batang aku yang masih lagi tegang tu, dihisapnya… aku mengerang dan mainkan buah dadanya… “Ohhh biii…. ” aku mengerang bila batang aku di kolom dan dijilat menghisap dan menjilat… pandai mahir isteriku ni… Ada kawan kata, 'janda mesti best lah… pandai semua, hisap batang lagi pandai!’ aku pernah dengar kata2 salah seorg dari kawan2 di janda mahir ke menghisap batang ni? Lisa mahir juga tu? Teringat lagi aku pada Lisa, sedang isteriku menghisap dan menjilat batabngku ni, aku boleh terkenangkan imej adiknya? Tak betul aku ni!!!Telor aku dimain mainkannya, ramas2 manja… aduhhh best betul dia menghsiap… dilepaskan kepala takok ku, “bang… nanti Rubi trim bulu abang ni ye… ” jari2nya bermain main di situ… “kat sini panjang la bang… ” dia menggunakan jari2nya menyentuh kawasan yang nak ditrimnya itu. Hmmm isteriku nak trim bulu aku…. hihihi… dan terus aku menikmati blow job darinya.“ye sayang….” aku jawab, dan Rubi meneruskan menghisap batang ku sehingga la aku terlena. Pandai isteriku menghisap batang. “semua janda pandai hisap batang lah’ kata2 kawanku terngiyang ngiyang di teligaku… aku ngantok… aku mimpi malam tu yang Lisa datang masuk bilik, masa kami dah lena, dihisapnya batang aku… sampai keras sangat dan terpancut aku… kami tidur bogel malam tu…Aku tak sedar yang aku dah terlena… aku terasa batang aku dihisap dan dijilat… ermmm memang sedap - pandai Rubi menghisap batang pelir aku… Hisap lagi Bi… Masa aku rasa nak terpancut tu aku buka mata, aku tersedar dari tidur, alamak! Bukannya aku bermimpi, memang betul batang aku dihisap, tapi oleh Lisa, adik Rubi, Dia tersenyum mengolom kepala takok aku… sedang menghisap batang aku dari tepi katil. "Syyy bang!!” katanya… memberi isyarat supaya aku diam… Lampu utama dah dipadamkan, Rubi yang padamkan kot, aku tak sedar bila aku terlena, dan bila pula dia tidur… aku terlopong sekejap. Aku raba di sebelah, aku terasa peha Rubi. “Hmm… tidur bang, esok k?” suara Rubi… dan dia lena semula… langsung tak lepaskan batang aku, dia terus menghisap dan menghisap… tak peduli dia yg kakaknya ada tidur di sebelah aku… aku pulak, serba salah… membiarkan saja!!! salah aku ke ni?“Banggg syyyy! bagi la Lisa air mani abang sikit..” bisiknya, dia naik ke atas dan bisik ke telinga ku. Aku nampak dia tak pakai baju… topless je… aku main2 kan tetek besarnya… eh apa aku ni? apa aku buat ni? raba tetek dia pulak ni? tetek adik ipar aku yg baru ni?Lisa senyum nakal. “best kan bang… tetek Lisa… besar sikit dari kakak punya.” katanya mengodaku… aku takdapat nak kata apa apa…Aku duduk, dan dia menyambung menghisap aku… “Abang nak ke toilet lah…” aku kata. Aku bangun dan Lisa mengikut ku dari belaakang. “Eh? Lisaaa… dah lah, pergi balik bilik Lisa lah… tidur ok?” aku bisik! aku takut Rubi terjaga. Aku pandang ke arah Rubi yang bogel masih lena… kepenatan kena seks dan kepenatan hari pernikahan…“Bang… bagi lah Lisa rasa sikit, Lisa jealous lah… dengar kakak dapat malam tadi…” adik iparku mengikut ke bilik mandi…“abang nak buang air lah…” aku kata. Dia masih rapat… dah bogel pun… memang dia se cantik dan se seksi Rubi… cuma dia lebih muda, tapi masih lagi tua dari aku dari segi umur… aku 24 dan Lisa 29.“Biar Lisa tolong bang…” kata Lisa. Dipegangnya batang aku yang masih besar tegang tu dan dihalakan ke toilet bowl. Aku perhatikan yang dia ni, gian sangat dah ni? “Abang… ini rahsia kita, ye?” kata Lisa… mtanya ke batang aku mengacukan ke mangkok toilet…“Lisa? Ni malam pengantin abang dan kakak kau. tak baik tahu kau datang macam ni… bogel…lagi?” aku kata…“Dan hisap batang suami baru akak Lisa lagi…hhihihi!! dan abang pun diam jer tadi masa Lisa hisap …hihihihi!” kata Lisa , celaka betul Lisa ni. Sudah je aku kencing, Lisa yang melalukan air ke batang aku… dicucinya batang aku… digenggam dan dibelek beleknya… dia curahkan air mencuci kepala takok aku… aku kembali keras… tak dapat aku kawal lagi dah masa tu…“Lisa dah lah….. ok? abg nak tidur lah, kau pergi tidur ye, nnt pagi esok kita buat tak tahu je ye? Buat seperti yg perkara ni tak berlaku langsung? ok?” aku cuba nak rasionalkan pada Lisa. Mampus aku kalau insiden ni diketahui. Ini skandal serious ni!“Abang, abang fuck saya di sini… kalau tak saya jerit!” Lisa memegang bahuku. Tapi dia tak lah nampak garang dan marah… sebab aku tahu yang dia gian sangat nak kan aku.“Ok…macam ni, Lisa. Kali ni je ok? dan abg tak janji akan pancut malam ni… abg baru je tadi dgn Kak Rubi…” aku mengalah… bukan lah sebab sey sangat sebab tak mahu ada masalah masa tu, bayangkan akalu ada yang terjumpa kami dalam bilik mandi tu? atau Rubi masuk dan terserempak dengan kami yang dah bogel ni? mampus aku!“Lisa, Janji tahu? Malam ni je…ok?” aku tengok muka Lisa, sexy menarik…“Terima kasih bang. Baik bang…. Lisa janji. Tapi…” LIsa memeluk aku. Buah dadanya melempap di antara body kami… berisi best je… macam 36C je ?“Tak ada tapi tapinya lagi lah…” aku bertegas, walaupun aku tahu aku akan dapat pantat Lisa bila bila masa je …“Kalau LIsa gian lagi bang… abang je tempat Lisa mintak tolong.” Lisa manja berbisik pada telinga ku. tanganku meraba punggungnya… macam isteriku je…“Lisa, kita ni sama sama dah dewasa ok? waras kan? Kita nak tengok kakak Rubi dankeluarga ni aman dan bahagia kan?” aku rasionalkan padanya lagi.“Ok lah bang… Lisa mengalah… abang menang.” bunyi macamnak merajuk je. “Tapi abang fuck Lisa dua kali ye? Lisa nak dua kali pancut!” buka shower dan aku tanggalkan seluar dalam Lisa. Pussy cukur… “tak ada lagi la… sekali je malam ni…”“Hmm… abang , fuck LIsa bang… masukkan bang… LIsa nak rasa bang…” aku pun tonggengkan Lisa di bawah shower tu, air suam panas. Lisa memang cantik, bulat punggung berisinya… dan aku pun masukkan batangku , terus masuk ke dalam. Aku tewas dengan godaan manjanya… Lisa memang penggoda licik dan lucah sekali! “Ohhh!!! Banggg!!! Besar gemuk abang punya …ohhh!!!” keloh paut pada pinggang ramping Lisa, aku tarik, dan aku tujah. Padu masuk batang aku… memang pantat Lisa ketat, dah lama tak kena batang…. Dia menonggeng, dan tetek nya yang besar yang aku geram kan tu, berbuai buai… Tetek yang besar tu aku ramas ramas bila dia tegak berdiri…“Ohh bang! Dalamnyer? Ahhhh!!!” aku tujah dalam dalam, membuat Lisa lagi mengerang. Lisa mengerang dengan menutup mulut…. menonggeng, sebelah tangan di mulut dan sebelah lagi menapak ke dinding… menahan tujahan aku.“Perlahan lah mengerang tu Lisa…” aku henti menujah pantat kecik Lisa. Walaupun punggung besar dan dah ada dua org anak, pantatnya masih legi ketat, 'under used’ lah ni… Kenapa lah cantik2 dan sexy2 macam ni dah jadi janda… buta ke suami mereka ni?“Sedap bang… lama dah tak dapat banggg!!! Abang tak sayang ke adik ipar abang ni… ?” kata Lisa . Celaka punya adik ipar! Tadi gertak aku, sekarang ni nak 'sayang-sayang’ pulak? Bila dah masuk batang aku baru lah nak 'sayang sayang’? Alahai… sedap pantat kau Lisaa oi! Aku tujah je la…Lisa menonggeng lebih rendah lagi, tangannya mencapai lantai… aku terasa batang aku masuk menlengkung…. aku tujah juga … “Ohhh bangg!!” keluh Lisa… aku paut pinggangnya kuat dan aku tarik, berlepak lepak bunyi punggungnya berlaga dengan peha aku…. memang padu aku bagi Lisa ni…. dia yang nak… aku kasi jer Lisa mengerang lain macam jer, aku tahu dia klimaks. “Ohhhhh mmmphhhh!! Banggg!!” erangan Lisa tenggelam sikit bila dia menutup mulutnya sendiri… aku terasa kemutan kemas sekali dari pantat Lisa ni… adik ipar janda aku cabut batang aku dari pantatnya, aku pusingkan Lisa, dan aku tegakkan dia, aku sandarkan Lisa ke dinding tiles bilik mandi kami tu… aku nampak mukanya, wajahnya memang sedang menikmati klimaks…. aku kucup bibir Lisa…. aku sedut lidahnya… tangan aku meramas ramas tetek besarnya… memang tegang puting Lisa masa aku gentel2 …. dia mengeluh… dalam suaranya… aku tahu air birahnya sedang meleleh keluar…“Ohh banggg!! Sedappnyer banggg!!! Puasss nyer Lisaa bangg!!” keluh Lisa… aku stim dengar keluhan manja macam tu… lama aku bujang tak dapat aku jumpa macam peristiwa malam ni… malam pengantin aku ni… dua pantat adik beradik yg seksi cantik dah aku fuck… aduhh …Aku rapatkan muka aku ke mukanya…. “abang belum puas lagi Lisa…” aku jawab… dan aku nampak sedikit senyuman dengan matanya yang kuyu tu.“Puaskan diri abanggg… fuck me banggg! Buat Lisa apa yg abg sukaaa…” keluh Lisa macam sundal betul….Aku angkat kakinya sebelah dan letakkan atas kolah… tangan aku ke pantatnya…. kami masih bertentangan lagi… aku tahu bibir pantatnya terbuka… kaki sebelah naik… aku rapatkan batang aku…. “Bagi Lisa masukkan banggg….” dan Lisa memegang batang aku dan dimasukkan ke bibir pantatnya… aku tolak.. nampak matanya terbeliak dan mulutnya ternganga… seksi sungguh Lisa masa tu….“Ermm… banggg!!” keluhnya bila aku masuk sikit… telur aku diramas manja… dibelai dengan batang aku masuk dan masuk… mulutnya terbuka lagi… dan bila seluruh batang aku dah masuk… aku terasa dia melepaskan nafasnya…. “Ohhh bangggg!!! Sedapppnyerrr… sedap bang…. Lisa nak batang abang selalu bangggg arghh!!” aku dengar tu… aku buat tak tahu jer… Lisa dah mula nak mungkir janji , kami janji tadi , hanya sekali saja malam ni…. aku pun keliru juga… kepala kata jangan, hati dan batang aku kata… fuck je pantat Lisa ni… dia yang nak bagi!Aku sodok dan tujah ke atas sikit… terangkat punggung Lisa… dan aku pun terus saja tujah dan tarik… memang sedap… pantatnya masih basah licin… batang aku entah macam mana malam ni…. keras benar… besar keras… dan aku pun tujah kuat2… teteknya bergegar gegar… memang tumpuan aku masa tu, aku ramas kasar dan aku hisap satu satu puting tegangnya….. warna coklat… aku hisap dan sedut… Lisa mengemut ngemut…. aku tujah dan tarik….Lisa mengerang kuat lagi… aku tutup mulutnya… dan dia klimaks lagi,aku tak peduli, aku tujah juga.. dan kami berkucupan…. kami berdakapan… teteknya penyek dicelah kami berdua… terasa aku puting2 tegangnya di dada aku… aku ramas punggungnya… Lisa berdengus masa tu, kami kiss dan kiss…Harap Rubi tak dengar erangan Lisa. Aku fuck dengan baik dan laju tadi, dah pandai sikit sebab dah ada pengalaman tadi bersama Rubi. dalam 10 minit saja aku pun pancut! “Ohh Lisa… abang nak pancut dah niii…!!” aku bisik!!LIsa cepat2 dia menoleh dan melutut “Kat muka Lisa banggg!!” dia mendongak dan menganga menunggu mani aku. Matanya pejam….panjang bulu mata palsunya… makeup masa kenduri pun tak tanggallagi… terasa macam aktres cerita porno pulak Lisa ni. Dan aku pun pancut! Tak lah banyak sangat tak macam pertama kali tadi… kali kedua aku pancut dengan Lisa… melebihi dari isteri baru aku! Tewas aku…! Tewas pada godaan adik ipar baru aku ni!!Lisa senyum… “Ermmmm!! Terima kasih bang… ada lagi air mani abang… hehehe!” Dia menghisap batang ku selepas das terakhir aku lepaskan… lidahnya menjilat jilat batang aku. Amat nikmat betul dapat pancut kali kedua malam tu…. satu di dalam pantat si Kakak, satu lagi di muka si adik! Kalau kawan2 di office tahu ni, ada yang pengsan ni!!!!“Lemak masin bang…hehehe!” Lisa membersihkan batang aku yg masih tegang keras tu.. dan mukanya… habis bersih mani di mukanya. Dicolek2nya dengan jari dan dimasukkan ke dalam mulutnya… mengicap jari si janda muda ni! Dia senyum, memangnya cantik sexy… tapi tak ada yang berdiri… senyum kepuasan jelas di mukanya. Kami berpelukan, “Abang tak nak Lisa datang malam2 macam ni lagi!” aku kata, tegas… ada bunyi marah sikit.“Ye bang…Lisa tak akan buat lagi dtg malam2… abg tak suka ke body Lisa ni…?” tanya Lisa. Senyum sundal nya menyerlah… dia memberi isyarat lah tu yang dia nak lagi! Berapa hari aku di sini? di rumah kampung Rubi ni?“Errr… suka… suka.” aku jawab. “Memang la suka, body macam artis… ” aku kata. “…tapi ni salah Lisa! Faham tak? Ini last tahu?” aku tegas kembali. Batang aku masih dalam tangannya - membelek belek batang aku yang masih keras tu…Senyum Lisa, “Lisa sayang lah kat abang. Abang ipar Lisa yang baru ni…. Lisa faham bang…” Lisa mengucup aku.“Kalau nak selalu, Lisa cepat2 nikah, tahu?” aku nasihat. Dia menghadap pintu, aku tepuk punggung nya…pejal kenyal… aduhh! Apa yg dah aku lakukan ni? Aku dah lepaskan monster seks maniac yang mungkin akan meruntuhkan perkahwinan aku ni!! Aku dah mula fikir yg bukan bukan…“Aww! bangg! Nakal eh?” disapu2nya punggung bulatnya itu…. dia berseloroh dengan aku.“Cepat2 kawin tau?” aku ulang nasihat aku lagi… memang untung dapat dua pantat seksi ni… kalau la kawan2 ofis aku tahu ni… mesti ada yg takpercaya ni!“Alaaa, abang kan ada… ni…” dia memegang batang aku. “Ni Lisa nak pinjam kakak punya ni. Bukan selalu bang…Ermm!” dia mengoda aku lagi… manjanya Lisa ni…. batang aku ni, kakaknya punya, dia nak pinjam? aduhhh!!! “Sesekali je bang… please ok?” manja dia merayu aku.“tak boleh la Lisa…. pergi tidur, ok?” Lisa nampak masam muka… dia perlahan lahan memakai panties, nampak rekahan pantatnya… licin tak ada bulu! aduhh! Teteknya berbuai buai masa dia bongkok menyarung panties seksi nya tu…. dan kemudian mengenakan tuala , menutup body dia yang sexy tu…berkemban.“Dan satu lagi, video cam tu? Tape nya abg nak. Tak leh tengok tau?” aku kata.“Apa bang? Video cam mana pulak ni bang? Bukan Lisa punya lah… ” balas Lisa berbisik dan dia pun keluar dari bilik kami tu. Aku pandang ke arah isteriku, melihat agar Rubi tak terjaga. Diamasih lena, dalam posisi seperti tadi juga. Reda sikit hati aku… dia tak perlu tahu semua ni… mampus aku nanti!Aku cuci badan sikit… dan naik semula ke katil…aku capai video cam kecil tu, aku OFF kan. Tape 3 jam? Hmm… siapa lah punya ni.. kalau bukan Lisa punyer, siapa pulak?sedap main masa mengandung,air pepek, main sedap gila, jolok di atas katil, anak dara kena main, cerita bini main ramai Ceritamalam pertama merupakan Koleksi Bahan/Cerita/Kisah Berunsur Lawak, Penawar Duka, Lucu, Dongeng, Gelihati dan sewaktu dengannya. Cerita malam pertama turut menceritakan pengalaman pengantin. Semoga kita semua dapat kenangan terindah pada Cerita malam pertama

CERDEW – Perkenalan pertamaku dengan Mai terjadi karena kebetulan ada kuliah umum gabungan untuk dua fakultas dari seorang ekonom nasional. Biasa saja, kebetulan ada bangku kosong di sebelahnya dan aku mengisinya. Kebetulan memang tinggal itu satu-satunya bangku kosong pada daerah strategis, di belakang dan dekat pintu keluar. Wajahnya khas gadis cantik berdarah Tionghoa, bulat telur, putih kekuningan, mata bulat kecil dengan sudut-sudut mata agak menyipit ke atas, hidung kecil mancung, bibir tipis agak lebar. Saat itu nampaknya dia tidak menggunakan make-up tebal. Tidak terlalu mencolok dibandingkan teman-temannya yang bermake-up tebal. Seperti biasa, perkenalan diawali basa-basi tanya angkatan berapa? dst.. dst.. Dan.. sebulan kemudian kami sudah jalan bareng. Kontak-kontak fisik baru hanya sebatas bergandengan tangan, memeluk pundak, sun pipi. Inipun sudah mampu menimbulkan “kekerasan” di bawah celanaku karena ternyata badan Mai memancarkan bau yang “aneh”, bukan bau keringat, juga bukan bau parfum, semacam bau jamu lulur badan, dan bau tersebut menimbulkan rasa betah berdekatan dengan Mai. BACA JUGA CERDEW-DIPERKOSA OOMTANTE GIRANG PERKOSA AKU TAPI ENAK Petualangan seksualku dan Mai pertama kali terjadi kira-kira 6 bulan setelah jalan bareng bersamanya. Saat itu kira-kira pukul Mai mampir ke kamar kost-ku, yang kebetulan di dekat kampus. Sebetulnya biasa seperti itu, kira-kira pukul selalu kuantar pulang ke rumah orang tuanya. BACA JUGA Cerita Dewasa – Oral Sex Sambil Nyetir Begitu juga kali ini, datang terus cium pipi dan sedikit bibir, terus Mai “lesehan” di sofa dan kami ngobrol segala macam kesana-kemari. Sampai akhirnya Mai “lesehan” di pelukanku sambil nonton sinetron di TV dan aku melingkarkan kedua tanganku dari belakang ke perutnya. Rupanya Mai begitu “exciting” dengan pengalaman pelukan pertama ini. Kedua tanganku dipegang erat-erat, dan matanya terpejam sambil wajahnya menengadah ke atas. Mulailah aku mencium pelipisnya dan Mai bereaksi dengan sedikit lenguhan sambil menggerak-gerakan kedua kakinya bergesekan dan melipat lututnya. Tersingkaplah paha Mai yang putih, mulus, agak berkilap-kilap. Dan Mai juga tidak berusaha menutup belahan rok midi bukan mini yang tersingkap tersebut. Kaki-kaki langsing, putih bersih, dengan latar belakang rok mini warna pink dan pangkal paha yg dibalut celana dalam katun berwarna coklat muda membentuk pemandangan indah yang tak terlupakan. Aku lanjutkan dengan mulai merambah daerah bibir, dan Mai ternyata bereaksi makin hebat. Tangan kananku digesernya masuk ke bawah belahan blouse dan ditempatkan di payudara sebelah kirinya. Secara otomatis juga tanganku meremas-remas gunung kembarnya. Kususupkan jari-jariku ke bawah BH sampai menyentuh puting susu Mai yang sudah berdiri mengeras. Mulai muncul sentakan-sentakan kecil di pinggul Mai. Bioskop Online Rok mininya pun sudah tersingkap sempurna, begitu juga blouse putihnya sudah “berantakan”. Kulanjutkan meraba-raba dan kadang-kadang menjepit puting susu Mai dengan jari tengah dan ibu jari, dan saat itu juga selalu Mai melenguh agak keras sambil tersenyum dan pinggulnya menggelinjang kecil. Berganti-ganti kuraba payudara kiri dan kanan. Aku lihat juga celana dalam Mai ternyata sudah basah kuyup juga celana dalamku. Kira-kira 15 menit kemudian kami berhenti sejenak untuk merubah posisi. Kugelar kasur dan kami rebahan berdampingan. Mai mulai melepas blousenya. Dilanjutkan aku yang melepas BH-nya yang juga berwarna coklat muda. Wuih.., bukan main.. kedua bukit kembar itu mengeras, puting yang berwarna coklat sudah mencuat. Kali ini aku yang berinisiatif menjilati kedua puting susunya bergantian kiri-kanan. Kadang-kadang aku jepit dengan bibir, sementara kedua tanganku meremas-remas bagian bawah payudaranya itu. Aku benar-benar menikmati lekukan-lekukan dan tonjolan kecil-kecil di sekitar puting susunya dengan lidah dan bibirku dan Mai terlihat berusaha menahan rasa geli dengan mencengkeram kasur kuat-kuat sambil tentu saja melenguh-lenguh sambil sekali-sekali tertawa. Film Bokep Tiba-tiba badan Mai mengejang, punggungnya terangkat, pangkal pahanya berguncang hebat, menggelinjang maju-mundur beberapa kali. Sepertinya Mai tidak mampu lagi mengontrol pangkal pahanya itu. Dan payudaranya pun menjadi lembek kembali. Setelah guncangan berhenti kulihat Mai masih memejamkan matanya tapi tangannya sudah tidak mencengkeram kasur lagi, kali ini tangan Mai mengusap-usap kepalaku. Rupanya betul-betul pengalaman orgasme yang pertama bagi Mai. Maksudnya orgasme dengan melibatkan orang lain. BACA JUGA Cerita Dewasa – Obat Perangsang Untuk Cewe SMA Sambil Mai “beristirahat” kulanjutkan “penjelajahan”, kali ini agak merambat ke bagian perut Mai. Lidahku menjilati seputar pusar sambil tangan kiriku memijat payudaranya kiri-kanan bergantian. Tangan kananku mulai masuk ke bawah rok mengusap-usap perut Mai agak di bawah pusar sampai pinggul, tapi masih di luar celana dalamnya. Lagi.., Mai mulai melenguh-lenguh dan tertawa-tawa kecil. Tak lama kemudian terasa payudara dan puting susu Mai mulai mengeras lagi. Kulihat juga matanya sudah mulai terpejam lagi, dan lenguhan-lenguhannya terdengar makin keras, manja dan menggemaskan. Deposit Via Pulsa Tangannya juga sudah mencengkeram kasur lagi. Usapan tangan kananku turun sedikit ke daerah “segitiga emas” dan tanganku bisa merasakan jejak rambut kemaluan Mai dari luar celana dalam katun yang basah kuyup itu. Tanganku terus bergerak ke paha dan lutut Mai yang terkatup rapat. Kuturunkan lagi, kali ini telunjuk dan jari tengahku, ke bagian dalam antara paha dan lututnya. Tiba-tiba kedua paha Mai membuka dan aku leluasa mengusap-usap seluruh bagian dalam paha itu. Akhirnya jari-jariku mulai menyentuh bagian kewanitaannya. Celana dalam yang basah kuyup mempermudah jariku menikmati bibir kemaluannya, lipatan-lipatannya, tonjolan klitorisnya, dan juga jejak rambut kemaluannya. Jari tengahku kutempatkan memanjang di belahan liang kewanitaannya sementara telapak tanganku menggenggam bagian atas yang berambut. Mulailah kugesekkan jariku maju-mundur sambil sekali-sekali menekan tonjolan klitoris dan kadang-kadang meremas-remas gundukan rambut kemaluannya. Lenguhan-lenguhan Mai sudah berubah menjadi erangan kuat tanpa tawa-tawa kecil. Sampai akhirnya kembali tubuh Mai mengejang dan bagian pangkal pahanya kembali menghentak-hentak kuat tanpa terkontrol. Cerita Dewasa Seks Pertamaku Mai yang tampak kelelahan terlihat berusaha mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal. Tak lama kemudian Mai tertidur sebentar, dengan hanya mengenakan pakaian bagian bawah saja. Dan karena sudah saat makan malam, aku keluar sebentar untuk membeli nasi goreng. Begitu kembali, Mai ternyata sudah menutupi tubuhnya dengan selimut, tapi seluruh pakaiannya, luar dalam, sekarang terlipat di sofa sepertinya habis disetrika. Mai betul-betul telanjang bulat dalam selimut. Kubangunkan Mai untuk makan malam dan dia seperti tidak sungkan lagi memperlihatkan tubuh indahnya. Selesai makan kubantu Mai mengenakan semua pakaiannya sambil sekali-sekali menciumi bagian-bagian tubuhnya terutama sekitar dada dan perut. Aku paling suka saat membantu mengenakan celana dalamnya. Kuciumi dulu perut dan sekitar rambut kemaluannya sambil kuusap-usap celah liang kewanitaannya sebelum celana dalamnya menutup daerah “segitiga emas” tersebut. Cerita Dewasa Perawan Dan jadilah malam itu tonggak sejarah awal petualangan seksual kami. Setelah kejadian itu, kami sering mengulanginya lagi bahkan lebih dari yang telah kami lakukan malam itu.

Istrikubernama Ega, umurnya baru 25 tahun ketika kami menikah. Body-nya sangat proporsional, dengan tinggi 168m dan berat badan 52kg. Wajahnya manis, mirip Nadia Sapirah, rambutnya hitam panjang, dan kulitnya mulus sekali. Soal bentuk tubuhnya, tak perlu ditanya, sebab bisa aku ibaratkan dengan gitar listrik milik gitaris Aerosmith. Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain. Siapa bilang nikah mudah itu enak?Nggak enak, gue bukan karena diusir, udah nyerah sama pernikahan ini. Masalahnya, gue gak bisa masak, gak bisa bersihkan rumah, lah ini Troy gak nyewa pembantu, malah gue disuruh jadi babu."Saya tidak punya uang untuk menyewa pembantu. Lakukan tugas kamu sebagai istri dengan baik."Gue tahu bener, selain menyebalkan Troy juga medit, perhitungan bangat sama uang goceng. Lebih parahnya malam pertama nikah diberi makan indomie goreng. Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain. Jadi ini cerita baru ya. Semoga suka sama cerita ini.🌹Visualnya TROY Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain. Visual PRAWITA GANTARA Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain. Mungkin kalau gak mau bayangin pakai visual ini, suka-suka kalian bayangin kayak gimana😊😊 .
  • zwkf4352h3.pages.dev/194
  • zwkf4352h3.pages.dev/24
  • zwkf4352h3.pages.dev/399
  • zwkf4352h3.pages.dev/25
  • zwkf4352h3.pages.dev/389
  • zwkf4352h3.pages.dev/320
  • zwkf4352h3.pages.dev/204
  • zwkf4352h3.pages.dev/336
  • cerita dewasa malam pertama nikah muda