Kisah Kyai Barseso Mati dalam Kekafiran. sumber: iqra.id. Melalui kitab tersebut, Ibnu Abbas radiyallahu 'anhu menceritakan kisah seorang ahli zuhud bernama Barseso. Selama kurang lebih 70 tahun, ia beribadah di dalam tempat ibadah tanpa pernah bermaksiat sedikit pun. Mengetahui hal tersebut, iblis ingin menggoda Barseso dengan ilmu rekayasa Deskripsi Kisah-Kisah Suโ€™ul Khatimah Buku Kisah-Kisah Suโ€™ul Khatimah ini memberikan tuntunan kepada kita semua agar segera bertaubat kepada Allah dan senantiasa memperbanyak amal shalih sebelum kematian datang, sebab tidak ada seorang pun tahu kapan ajal menjemputnya. Tidak sepantasnya seorang mukmin mengatakan, aku akan bertaubat esok hariโ€™ hingga ajal menjemputnya dan dia belum melakukan apa-apa, dan yang ada hanyalah penyesalan yang diungkapkan kepada Rabb-Nya, โ€œYa Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.โ€ QS. Al-Mukminum 99-100. Untaian-untaian kisah orang-orang yang meninggal dalam keadaan suโ€™ul khatimah yang disuguhkan dalam buku Kisah-Kisah Suโ€™ul Khatimah ini cukup menggugah dan memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita untuk selalu mawas diri dengan segera bertaubat dan memperbanyak amal ibadah kepada Allah. Ketahuilah bahwa kebanyakan su'ul khatimah adalah bagi orang-orang yang meremehkan shalat fardhu dan kewajiban zakat, mencari-cari aib Muslimin yang lain, mengurangi takaran dan timbangan, orang-orang yang menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya, mengaku dirinya berada pada derajat kewalian (kekasih Allah) tanpa adanya pembenaran, dan sebagainya," (Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad, Nashaihu Berulang kali mengurungkan niat hati berbagi? Wah, kebiasaan seperti ini mesti banget dihentikan Kawan. Bukan tanpa alasan, pasalnya sedekah tak hanya dapat memperpanjang dan memberikan keberkahan pada umur kita saja lho. Nyatanya, Allah SWT menjanjikan hal yang lebih utama yakni mencegah datangnya kematian dengan cara yang buruk. Junjungan besar kita, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, โ€œsesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk suโ€™ul khotimah, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.โ€ HR. Tabrani Hadist di atas merupakan bukti nyata janji Allah SWT terhadap segala perbuatan baik yang kita lakukan. Akan sangat disayangkan jika umur yang Allah berkahkan pada kita hanya akan sia โ€“ sia saja tanpa kita manfaatkan dalam jalan kebaikan. Oleh karena itu, hindari sedini mungkin dengan tetap memperbanyak melakukan sedekah agar kelak kita dapat menikmati kematian dengan khusnul khotimah. Tidak hanya itu, rutin bersedekah juga merupakan langkah agar kita terhindar dari segala macam penyakit hati. Sifat sombong yang memungkinkan kita berbangga pada diri sendiri adalah hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT. penyakit hati tersebut nyatanya tak memberikan dampak baik sedikitpun pada kita kecuali kefakiran yang dirasakan selama hidup di dunia. Naudzubillah min dzalik. Sungguh mengerikan ya Kawan janji Allah SWT pada hambanya yang menyia โ€“ nyiakan kesempatan hidup di dunia tanpa gemar bersedekah. Pastikan diri kamu bukan diantaranya dengan tetap memedulikan saudara โ€“ saudara kita yang tak berdaya. Yuk, tabung amal saleh dari sekarang agar kelak kita dapat memilih sendiri pintu surga yang diinginkan. Back to top button
Hidup seseorang siapa yang sangka, kita hanya bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah orang terdahulu maupun dari lingkungan kita. Jangan sesekali memvonis
Kisah Dua Muadzin Meninggal Suโ€™ul Khatimah Dalam Islam, kita diajarkan untuk selalu memohon kepada Allah agar kita tetap dalam keadaan beriman kepada-Nya pada saat ajal tiba. Karena meskipun selama hidup kita senantiasa mengucapkan syahadat dengan melantunkan azan dan lain sebagainya, belum tentu kita membawa kalimat syahadat di akhir hidup Haqqi bin Musthafa menyebutkan sebuah kisah dalam kitabnya Ruhul Bayan, bahwa ada dua orang yang meninggal suโ€™ul khatimah padahal selama hidupnya dia sudah menjadi muazzin selama 40 tahun, dan satu orang lagi selama 30 tahun. Kisah ini bersumber dari Abdullah bin Ahmad, dia berkisah sebagai kami sedang thawaf di sekitar kaโ€™bah, ada seorang lelaki yang bergelantungan pada kelambu kaโ€™bah dan dia sambil berdoa, Ya Allah wafatkan kami dalam keadaan islam,โ€™ dia tidak menambah apapun dalam doanya selain doa penasaran, lalu saya bertanya pada lelaki tersebut, โ€œKenapa kamu tidak menambah sesuatu dalam doamu?โ€Dengan agak sedih hati, lelaki itu menjawab, โ€œAndai kamu mengerti apa yang saya alami, pasti kamu tidak akan bertanya demikian.โ€Saya bertanya lagi, โ€œEmangnya apa yang pernah kamu alami?โ€Lelaki tersebut kemudian menjawab sambil bercerita, โ€œSaya punya dua saudara, yang tertua menjadi muadzin selama 40 tahun. Ketika dia sekarat, dia meminta al-Qurโ€™an. Kami mengira dia ingin mengharap barokahnya atau mau membacanya beberapa ayat. Namun kenyataannya tidak demikian. Dia mengambil al-Qurโ€™an dengan tangannya dan minta disaksikan pada orang yang hadir pada waktu itu, bahwa dia sudah bebas dari al-Qurโ€™an dan dia berpindah agama dan meninggal dengan beragama Nasrani. Setelah dia dikubur, saudaraku yang kedua yang menjadi muadzin selama 30 tahun dan dia bernasib sama dengan kakak tertua, yaitu mati dalam keadaan beragama Nasrani. Semoga kami diselamatkan oleh Allah. Saya takut nasibku seperti saudara-saudarku. Dan saya berdoa agar Allah menjaga agamaku.โ€Saya bertanya lagi pada laki-laki tersebut, โ€œDosa apa yang dilakukan kedua sudaramu itu?โ€Dia menjawab, โ€œMereka selalu mencari dan meneliti kesalahan dan aib orang lain.โ€ KisahNyata Mengharukan, Mati Khusnul Khotimah. Saat hampir wafat, Alla bin Ziyad menangis dan ia ditanya, "Apa yang membuat Anda menangis?". Ia menjawab, "Demi Alloh, aku ingin menyambut maut dengan taubat.". Orang-orang berkata, "Lakukanlah, semoga Alloh memberi rahmat kepadamu. Dalam Al-Qurโ€™an, pesan kepada tiap orang mukmin agar teguh berislam hingga akhir hayat sangatlah tegas. Seruan tersebut dimulai dengan perintah agar mereka bertakwa semaksimal mungkin. Allah berfirman ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ Artinya, โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islamโ€ QS. Ali Imran [3] 102. Pada penggalan akhir ayat tersebut wa lรข tamรปtunna illรข wa antum muslimรปn Allah memerintahkan kepada kita agar mati dalam keadaan beragama Islam. Manusia sendiri tidak akan mampu menjadikan dirinya tetap dalam agama Islam karena pada hakikatnya husnul khatimah ataupun suโ€™ul khatimah baik atau buruknya akhir hidup manusia adalah kuasa Allah subhanahu wataโ€™ala. Oleh karenanya Allah memberikan jalan kepada manusia sebagai ikhtiar memperoleh predikat mati husnul khatimah/membawa agama Islam. Disebutkan dalam kitab karya Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam karyanya, Nashaihu Ad-Diniyah, menjelaskan beberapa hal yang sering menjadi sebab seseorang memungkasi kehidupan di dunia dengan keburukan suโ€™ul khatimah. Beliau berkata ูˆุงุนู„ู… ุงูŽู†ูŽู‘ู‡ ููƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ู…ูŽุง ูŠูุฎู’ุชูŽู…ู ุจูุงู„ุณูู‘ูˆู’ุกู ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุชูŽู‡ูŽุงูˆูŽู†ููˆู’ู†ูŽ ุจูุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูู’ุฑููˆู’ุถูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุชูŽุชูŽุจูŽู‘ุนููˆู’ู†ูŽ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ููƒู’ูŠูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ููŠู’ุฒูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฎู’ุฏูŽุนููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽุบู’ุดูŽูˆู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽู„ู’ุจูŽุณููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูููŠู’ ุงูู…ููˆู’ุฑู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠููƒูŽุฐูู‘ุจููˆู’ู†ูŽ ุงูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ูƒูุฑููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู’ู†ูŽ ุงูŽุญู’ูˆูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุงูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ูˆูŽู…ูŽู‚ูŽุงู…ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุตูุฏู’ู‚ู ูˆูŽุงูŽุดู’ุจูŽู‡ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุงูู…ููˆู’ุฑู ุงู„ุดูŽู‘ู†ููŠู’ุนูŽุฉู โ€œKetahuilah bahwa kebanyakan suโ€™ul khatimah adalah bagi orang-orang yang meremehkan shalat fardhu dan kewajiban zakat, mencari-cari aib Muslimin yang lain, mengurangi takaran dan timbangan, orang-orang yang menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya, mengaku dirinya berada pada derajat kewalian kekasih Allah tanpa adanya pembenaran, dan sebagainya,โ€ Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad, Nashaihu Ad-Diniyah, Haramain, hal. 7. Pertama, meremehkan kewajiban shalat dan zakat. Shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal. Perintah shalat menjadi kewajiban pertama yang harus dijalankan sekaligus amal manusia pertama yang akan dihisab. Jika meremehkannya saja adalah sebuah dosa apalagi dengan sengaja meninggalkan. Sebagaimana firman Allah ููŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽู„ูู‘ูŠู†ูŽ ูค ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ุงุชูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู‡ููˆู†ูŽ ูฅ โ€œMaka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya,โ€ QS. Al-Maโ€™un[107] 4-5. ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูŽุดูŽุฑูŒ ู…ูุซู’ู„ููƒูู…ู’ ูŠููˆุญูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ููƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‡ูŒ ูˆูŽุงุญูุฏูŒ ููŽุงุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู‡ู ูˆูŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูฆุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ุง ูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ูง โ€œKatakanlah bahwa Aku Nabi Muhammad hanyalah seorang manusia seperti kalian, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha-Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan celaka besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya kehidupan akhirat,โ€ QS Fushilat[41] 6-7. Pada ayat tersebut di atas terdapat kata โ€œwailโ€ yang artinya celakalah. Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang dengan sadar meremehkan atau bahkan meninggalkan shalat dan zakat baginya adalah kerugian. Dan kerugian bagi seorang muslim adalah ketika mendapatkan siksaan dari Allah subhanahu wataโ€™ala. Sebagaimana tertuang dalam artikel sebelumnya, ada 15 siksaan bagi orang-orang yang meninggalkan shalat. Tiga di antaranya adalah siksaan ketika meninggal dunia. Hal ini menguatkan pendapat Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad bahwa meremehkan kewajiban shalat dan zakat adalah salah satu sebab akhir kehidupan yang tidak baik suโ€™ul khatimah. Kedua, suka mencari-cari aib muslimin. Biasanya orang-orang yang sibuk dengan urusan orang lain akan lupa dengan urusannya sendiri. Begitu juga ketika sibuk mencari keburukan orang lain maka keburukannya sendiri pun terlupakan. Ia tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam maksiat dan dosa, hingga akhirnya meninggal dunia dalam keadaan tidak bertobat. Naudzu billah min dzรขlik. Larangan ini terdapat dalam firman Allah subhanahu wataโ€™la. ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ูู‘ ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ูู‘ ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุฌูŽุณู‘ูŽุณููˆุง ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุบู’ุชูŽุจู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ุฃูŽูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽูŠู’ุชู‹ุง ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽูˆู‘ูŽุงุจูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ ูกูข โ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka kecurigaan, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha-Penerima tobat lagi Maha-Penyayang,โ€ QS. Al-Hujarat[49] 12. Ketiga, mengurangi takaran dan timbangan. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin bisa hidup sendiri. Semua saling membutuhkan dalam segala hal. Perdagangan merupakan salah satu bentuk kerja sama agar manusia bisa bertahan hidup. Dalam transaksi tersebut ada kondisi saling memberi keuntungan. Oleh karenanya Islam melarang adanya kecurangan dan penipuan dalam berdagang. ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุทูŽููู‘ูููŠู†ูŽ ูก ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงูƒู’ุชูŽุงู„ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽุณู’ุชูŽูˆู’ูููˆู†ูŽ ูข ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู„ููˆู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽุฒูŽู†ููˆู‡ูู…ู’ ูŠูุฎู’ุณูุฑููˆู†ูŽ ูฃ โ€œKecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi,โ€ QS. Al-Muthaffifin [83] 1-3. Jika kecurangan terus-menerus dilakukan maka selama hidupnya pula ia makan dari hasil yang tidak halal. Dengan demikian ia akan mati dalam keadaan membawa harta benda yang haram dan beban dosa terhadap saudaranya. Keempat, menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia. Seringkali kepentingan duniawi melenakan banyak orang di mana saja. Hanya karena dunia, kadang seseorang rela menempuh segala cara, termasuk melalui jalur yang batil. Kecurangan dan penipuan merupakan hal yang biasa terjadi dengan latar yang sama, yakni kepentingan duniawi. Bahkan, bagi mereka yang sudah dibutakan, agama pun bisa berubah sekadar alat untuk memperoleh keuntungan, baik berupa harta, pujian, ketenaran, maupun pangkat. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Taโ€™lim al-Mutaโ€™allim pada bab niat, โ€œBanyak amal akhirat menjadi amal dunia dikarenakan niat yang jelek.โ€ Jika hal ini terus-menerus dikerjakan hingga ajal menjemput maka ia tidak hanya dosa atas kezaliman terhadap orang lain, lebih jauh ia berdosa atas nama agama. ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู’ุนูŽุงุฌูู„ูŽุฉูŽ ุนูŽุฌู‘ูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุง ู†ูŽุดูŽุงุกู ู„ูู…ูŽู†ู’ ู†ูุฑููŠุฏู ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตู’ู„ุงู‡ูŽุง ู…ูŽุฐู’ู…ููˆู…ู‹ุง ู…ูŽุฏู’ุญููˆุฑู‹ุง ูกูจ โ€œBarangsiapa menghendaki kehidupan sekarang duniawi maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam Keadaan tercela dan terusir,โ€ QS. Al-Isra[17] 18. Kelima, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya. Jika melihat sejarah Islam, perjuangan para utusan selalu dihadapkan dengan para penolak ajarannya, baik perseorangan maupun golongan. Hal ini tidak berhenti di zaman Rasul, sahabat, tabiโ€™in, hingga para ulama kekasih Allah yang datang belakangan. Hingga saat ini tantangan demi tantangan silih berganti terjadi pada pejuang di jalan Allah mulai dari tingkat kepercayaan, fitnah, iri, dengki, sampai pada penolakan dan perlawanan. Orang yang mengingkari utusan Allah berarti ia menyakitinya. Siapa yang menyakiti utusan Allah sama juga ia menyakiti Allah subhanahu wataโ€™ala. Maka lakanat Allah-lah yang lebih pantas untuk mereka. ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุฐููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ู„ูŽุนูŽู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู‹ุง ู…ูู‡ููŠู†ู‹ุง ูฅูง ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุฐููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุงูƒู’ุชูŽุณูŽุจููˆุง ููŽู‚ูŽุฏู ุงุญู’ุชูŽู…ูŽู„ููˆุง ุจูู‡ู’ุชูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุฅูุซู’ู…ู‹ุง ู…ูุจููŠู†ู‹ุง ูฅูจ โ€œSesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat. Maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata,โ€ QS. Al-Isra[17] 18. Jika mereka mati sebelum bertobat, maka mereka mati dalam keadaan terlaknat. Semoga kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang dijaga dari mati suโ€™ul khatimah. Jaenuri, Dosen Fakultas Agama Islam UNU Surakarta KISAHNYATA :ANTARA DUA PILIHAN, KEMATIAN HUSNUL KHATIMAH ATAU SU'UL KHATIMAH KISAH ISLAMI. Seorang Syeikh hafizhullah pernah bercerita: Seseorang memperlihatkan sebuah foto kepadaku. "Jika aku mati, maka janganlah kalian bersedih atasku, karena aku menyerahkan semua yang kukerjakan ini untuk Allah, sebab aku mengajarkan ilmu."
Tiada kematian yang paling indah kecuali mati dalam keadaan Islam dengan husnul khotimah. Dan sebaliknya akhir hidup yang menyedihkan mesti amal dilakukan adalah mati dalam keadaan suโ€™ul khatimah. Dalam al-Quran, pesan Allah kepada setiap umatnya agar teguh berislam hingga akhir hayat sangatlah tegas. Seruan tersebut dimulai dengan perintah agar mereka bertakwa semaksimal mungkin. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 102 ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ Artinya โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.โ€ Setiap muslim tentu saja mengidam-idamkan husnul khatimah dan menghindari suโ€™ul khatimah. Namun, semua itu atas kehendak Allah. Manusia hanya bisa selalu berusaha amal kebaikan dan selalu mendekatkan diri pada Allah. Dalam usaha itu, pentingnya bagi kita menghindari hal-hal yang menyebabkan jatuh ke jurang suโ€™ul khatimah. Meningkatkan keimanan, ketakwaan dan selalu beristiqomah dalam kebaikan serta yang diiringi dengan keikhlasan adalah bagian dari ikhtiyar untuk mati dalam keadaan Islam. Dalam ayat di atas dijelaskan pada akhir kalimat bahwa Allah telah memerintahkan kepada umatnya agar mati dalam keadaan beragama Islam. Manusia sendiri tidak akan mampu menjadikan dirinya tetap dalam agama Islam karena pada hakikatnya husnul khatimah ataupun suโ€™ul khatimah baik atau buruknya akhir hidup manusia adalah kuasa Allah. Oleh karenanya kita sebagai manusia hendaknya selalu berikhtiar kepada Allah supaya kita mampu memperoleh predikat mati husnul khatimah. Jurang Suul Khotimah Untuk mencapai husnul khatimah perlu kiranya kita mengetahui beberapa perbuatan yang harus dihindari agar tidak jatuh dalam jurang suโ€™ul khatimah. Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitab Nashaihu Ad-Diniyah, menjelaskan golongan orang yang dikhawatirkan meninggal dunia dalam keadaan suโ€™ul khatimah. Beliau berkata โ€œKetahuilah bahwa kebanyakan suโ€™ul khatimah adalah bagi orang-orang yang meremehkan shalat fardhu dan kewajiban zakat, mencari-cari aib Muslimin yang lain, mengurangi takaran dan timbangan, orang-orang yang menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya, mengaku dirinya berada pada derajat kewalian kekasih Allah tanpa adanya pembenaran, dan sebagainya,โ€ Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad, Nashaihu Ad-Diniyah, Haramain, hal. 7. Pertama, orang-orang yang suka melalaikan shalat. Shalat merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim yang telah menginjak baliqh dan berakal. Shalat juga merupakan amal pertama yang akan dihisab oleh Allah SWT. Oleh karena itu, hendaklah kita selalu menjaga shalat kita dengan baik, terutama Shalat fardu. Kedua, suka mencari-cari aib suadaranya. Sebagian besar manusia menyibukkan diri dengan urusan orang lain sehingga melupakan urusan dan kewajibannya sendiri. Sama halnya jika manusia sibuk mencari keburukan orang lain maka keburukannya sendiri pun akan ia lupakan. Ia tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam maksiat dan dosa. Ketiga, mengurangi takaran dan timbangan. Perdagangan merupakan cara manusia memenuhi kebutuhan satu sama lainnya. Itu sebabnya Islam melarang adanya tindak kecurangan dan penipuan dalam berdagang yang bisa merugikan orang lain. Jika kecurangan terus menerus dilakukan, maka selama hidupnya ia akan memakan hasil yang tidak halal. Keempat, menipu sesame dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia. Seringkali kepentingan duniawi membuat manusia terlena dan tidak jarang membuat manusia menempuh segala cara. Bahkan bagi sebagian manusia yang sudah dibutakan oleh duniawi dan materi bisa menjadikan agama menjadi alat untuk meraup keuntungan untuk dirinya. Kelima, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya. Yang kita ketahui, sejarah Islam menuliskan perjuangan para utusan Allah yang selalu dihadapkan dengan penolakan tentang ajarannya. Bahkan tak hanya penolakan saja, namun tak sedikit dari utusan Allah yang memperoleh siksaan dari ajaran yang mereka siarkan. Hal ini tidak berhenti di zaman Rasul, sahabat, tabiโ€™in, hingga para ulama kekasih Allah yang datang belakangan. Hingga saat ini tantangan demi tantangan silih berganti terjadi pada pejuang di jalan Allah mulai dari tingkat kepercayaan, fitnah, iri, dengki, sampai pada penolakan dan perlawanan. Demikian beberapa perbuatan yang harus dihindari agar terhindar mati dalam keadaan suul khotimah. Semoga kita senantiasa diberi rahmat dan kekuatan oleh Allah SWT sehingga kita semua mampu menjauhi dosa-dosa di atas dan mendapatkan husnul khatimah. Amin
Assalamualaikum Wr. Wb.ada satu kisah nyata seorang wanita yang menknggal dalam keadaan su'ul khatimahHistory Islam menyajikan informasi seputar kehidupan Is Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Sebuah kisah yang pantas direnungkan. Akankah kematian kita bisa baik seperti ini. Semoga Allah memudahkan kita mati dalam keadaan husnul khotimah akhir yang baik. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุขุฎูุฑู ูƒูŽู„ูŽุงู…ูู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ โ€œBarang siapa yang akhir perkataannya adalah lailaha illallahโ€™, maka dia akan masuk surga.โ€ HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621 Melihat hadits tersebut, kami teringat pada sebuah kisah yang sangat menarik dan menakjubkan. Kisah ini diceritakan oleh Al Khotib Al Baghdadi, dalam Tarikh Bagdad 10/335. Berikut kisah tersebut. Abu Jaโ€™far At Tusturi mengatakan, โ€œKami pernah mendatangi Abu Zurโ€™ah Ar Rozi yang dalam keadaan sakaratul maut di Masyahron. Di sisi Abu Zurโ€™ah terdapat Abu Hatim, Muhammad bin Muslim, Al Munzir bin Syadzan dan sekumpulan ulama lainnya. Mereka ingin mentalqinkan Abu Zurโ€™ah dengan mengajari hadits talqin sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ู„ูŽู‚ู‘ูู†ููˆุง ู…ูŽูˆู’ุชูŽุงูƒูู…ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู โ€œTalqinkanlah tuntunkanlah orang yang akan meninggal di antara kalian dengan bacaan laa ilaha illallahโ€™.โ€ HR. Muslim no. 2162 Namun mereka malu dan takut pada Abu Zurโ€™ah untuk mentalqinkannya. Lalu mereka berkata, โ€œMari kita menyebutkan haditsnya dengan sanadnya/ jalur periwayatannya.โ€ Muhammad bin Muslim lalu mengatakan, โ€œAdh Dhohak bin Makhlad telah menceritakan kepada kami, beliau berkata, dari Abdul Hamid bin Jaโ€™far, beliau berkata, dari Sholihโ€ Kemudian Muhammad tidak meneruskannya. Abu Hatim kemudian mengatakan, โ€œBundar telah menceritakan kepada kami, beliau berkata, Abu Ashim telah menceritakan kepada kami, beliau berkata, dari Abdul Hamid bin Jaโ€™far, beliau berkata, dari Sholih.โ€ Lalu Abu Hatim juga tidak meneruskannya dan mereka semua diam. Kemudian Abu Zurโ€™ah yang berada dalam sakaratul maut mengatakan, โ€œBundar telah menceritakan kepada kami, beliau berkata, Abu Ashim telah menceritakan kepada kami, beliau berkata, dari Abdul Hamid bin Jaโ€™far, beliau berkata, dari Sholih bin Abu Arib, beliau berkata, dari Katsir bin Murroh Al Hadhromiy, beliau berkata, dari Muโ€™adz bin Jabal radhiyallahu anhu, beliau berkata,Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุขุฎูุฑู ูƒูŽู„ูŽุงู…ูู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ Setelah itu, Abu Zurโ€™ah rahimahullah langsung meninggal dunia. Abu Zurโ€™ah meninggal pada akhir bulan Dzulhijjah tahun 264 H. Renungan Lihatlah kisah Abu Zurโ€™ah. Akhir nafasnya, dia tutup dengan kalimat syahadat laa ilaha illallah. Bahkan beliau rahimahullah mengucapkan kalimat tersebut sambil membawakan sanad dan matan hadits, yang hal ini sangat berbeda dengan kebanyakan orang-orang yang berada dalam sakaratul maut. Kondisi yang berbeda, mungkin kita pernah menyaksikan ada yang mati malah dengan keadaan yang sungguh menunjukkan akhir hidup yang jelek. Kita mungkin pernah mendengar ada seorang penyanyi, yang meninggal mengucapkan syair lagu โ€œI love You fullโ€œ. Kalimat terbaik yang seharusnya jadi penutup kehidupan adalah kalimat Laa ilaha ilallah. Lantas apakah keadaan semacam artis itu adalah baik? Coba renungkan. Oleh karena itu, marilah kita persiapkan bekal ini untuk menghadapi kematian kita. Tidak ada bekal yang lebih baik daripada bekal kalimat tauhid laa ilaha illallahโ€™ ini. Namun ingat! Tentu saja kalimat laa ilaha illallah bisa bermanfaat dengan memenuhi syarat-syaratnya, dengan selalu memohon pertolongan dan hidayah Allah. Ya Hayyu, Ya Qoyyum. Wahai Zat yang Maha Hidup lagi Maha Kekal. Dengan rahmat-Mu, kami memohon kepada-Mu. Perbaikilah segala urusan kami dan janganlah Engkau sandarkan urusan tersebut pada diri kami, walaupun hanya sekejap mata. Amin Yaa Mujibbas Saโ€™ilin. Penulis Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Artikel KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28 KesaksianPemandi Jenazah : Kisah-kisah Nyata Husnul Khatimah Dan Su`ul Khatimah Gus Baha bocorkan do'a ulama agar kita tidak meninggal su'ul khotimah - Gus Baha Penyebutan Khusnul Khotimah dalam Al-Qur'an dan Hadis Doa Mohon Agar Meninggal Khusnul Khotimah | Mohon Agar Meninggal Khusnul Khotimah loading... Kematian. Bila saja dapat diprediksi kapan ia datang, tahun berapa, dan hari apa, mungkin seseorang masih bisa mempersiapkan segala amal kebajikan untuk menghadapi apa pun setelah maut menjemput. Namun sayang, maut seringnya datang dengan tiba-tiba sehingga mau tidak mau, kita pun akan terkejut karena merasa belum siap untuk menghadap Allah. Baca Juga Mengingatkan tentang kematian Abu Nawas , pujangga Arab yang bernama asli Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami, dalam I'tirof sebagaimana dikutip Ahmad Abu Nizar dalam bukunya berjudul "Celupkan Hatimu ke Samudera Rindu-Nya The Wisdom of Abu Nawas" 2011 merekam dengan sangat menyentuh dalam syairnya Takutlah kepada Allah, wahai nafsu Usahakan kebajikan sungguh sungguh Siapa pun hanya mengumpulkan harta la tiada lepas dari duka dan nestapa Kala tubuh tak memiliki pembela Kan menebus dengan harta dan anaknya Baca Juga Rasulullah SAW bersabda bahwa amal yang menjadi tumpuan perhitungan nanti di akhirat adalah ketika seseorang dijemput maut, amal di akhir hayat. Inilah yang betul-betul harus kita perhitungkan adakah kita termasuk seseorang yang husnul khatimah atau suul keterangan Nabi tersebut Imam Al-Ghazali menyimpulkan bahwa setiap orang akan dibangkitkan dalam kondisi persis seperti ketika ia mati mengenai bahagia ataupun celakanya. Dan kondisi kematian seseorang adalah persis sebagaimana ketika ia masih hidup. Di akhirat nanti, ia akan dibangkitkan sesuai dengan isi hatinya ketika ia hidup di dunia, bukan dari sosok tubuhnya. Dari sifat-sifat hati inilah mereka akan divisualisasikan dalam berbagai gambar konkret. Jika seseorang ketika hidupnya banyak memakai sifat anjing, maka nanti di akhirat akan dibangkitkan berupa anjing pula. Jadi, kondisi di akhirat nanti akan berbalik penuh. Anggota zahir yang tampak di dunia ini akan menjadi batin, dan apa yang batin serta bersemayam di hati ini ketika hidup di dunia akan tampak sejelas-jelasnya. Namun yang paling menentukan adalah apa yang dinamakan khatimah, yakni sebuah akhir kehidupan ketika seseorang mendapat predikat bahagia husn atau celaka su. Sebagaimana Rasulullah telah mengatakan โ€œSeluruh amal itu terserah penutup khatimah-nya.โ€ Artinya, jika seseorang dalam mengarungi kehidupan dunia ini pada paruh awalnya selalu menjalankan kebajikan dan berbagai amal ibadah, tetapi ketika menjelang maut atau pada paruh akhirnya ternyata ia bergelimang dengan berbagai dosa dan kemaksiatan, maka catatan yang menjadi acuan sebagai orang bahagia atau celaka di akhirat nanti adalah amal ketika ia dijemput maut, yakni ketika ia menutup kehidupannya. Baca Juga Sebaliknya, jika seseorang dalam paruh awal kehidupannya ia selalu melakukan berbagai kejahatan, namun ketika mendekati ajal ia berbalik begitu rajin melaksanakan ibadah, maka yang menjadi acuan catatan bukunya di akhirat nanti adalah amal baik ketika maut menjemputnya. Ironisnya, maut seringkali datang mendadak, tidak peduli lagi apakah seseorang dalam kondisi penuh kebajikan ataupun kedurhakaan. Dalam kondisi akhir ini, seseorang tidak bisa memprediksi adakah ia mendapatkan predikat husnul khatimah ataupun suul khatimah. Mengantisipasi datangnya maut secara tiba-tiba, agar seseorang mendapatkan predikat husnul khatimah, jalan satu-satunya adalah selalu menapak jalan yang diridhoi Allah. Mempertebal keyakinan dan ketakwaan sebagai bekal berangkat menuju alam baka dalam setiap situasi dan kondisi. Jika sewaktu-waktu dijemput maut, maka engkau akan berada dalam kondisi selalu siaga dan tidak lagi terkejut, mengeluh, atau menyesal mengenai berbagai amal kebajikan yang belum sempat engkau laksanakan. Abu Laits as-Samarkandy mengatakan bahwa seseorang yang masih mempunyai rasa takut kepada Allah, memiliki ciri-ciri yang tidak kurang dari tujuh tanda itu akan tampak sekali pada lisannya. Ia tidak akan pernah menggunakannya untuk mengumpat, berdusta, atau ucapan lain yang tidak bermanfaat. Ia akan mempergunakannya untuk membaca Al-Qur'an, berzikir kepada Allah, atau untuk memperdalam berbagai disiplin ilmu yang bermanfaat. Kedua, selalu menjaga urusan perut. Dengan demikian, ia tidak akan sembarangan memasukkan makanan apa saja yang didapat. Ia akan berusaha mendapatkan makanan halal, dengan ukuran sekadar cukup. Ketiga, selalu menjaga pandangan agar tidak melihat kepada apa pun yang dilarang agama. Tidak pula untuk melihat ke arah duniawi dengan pandangan tertegun keheranan, melainkan ia memandang semua itu sebagai 'ibrah pelajaran.

Kisah Nyata Mengharukan, Mati Khusnul Khotimah. Saat hampir wafat, Alla bin Ziyad menangis dan ia ditanya, "Apa yang membuat Anda menangis?". Ia menjawab, "Demi Alloh, aku ingin menyambut maut dengan taubat.". Orang-orang berkata, "Lakukanlah, semoga Alloh memberi rahmat kepadamu. "Dia meminta untuk bersuci dan berpakaian baru, lalu

๏ปฟSenin, 26 Zulqaidah 1444 H / 26 April 2010 1125 wib views Janganlah kita terlampau puas dengan amal shalih yang sudah kita lakukan dan bersandar padanya. Apalagi diikuti dengan merasa bangga diri dan merasa sudah pasti menjadi ahli surga. Akibatnya, tidak lagi berharap kepada rahmat Allah dan kemurahan-Nya. Sesungguhnya perbuatan hamba ditentukan pada akhir hayatnya. Dan kita tidak tahu di atas kondisi apa mengakhiri kehidupan kita, apakah husnul khatimah akhir hayat yang baik atau su'ul khatimah akhir hayat yang buruk. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, โ€œSesungguhnya segala perbuatan ditentukan bagian akhirnya.โ€ HR. Bukhari. Artinya, barangsiapa yang telah ditetapkan oleh Allah beriman di akhir hayatnya, meskipun sebelumnya dia kufur dan selalu melakukan maksiat, menjelang kematiannya ia akan beriman. Ia meninggal dalam keadaan beriman dan dimasukkan ke dalam surga. Demikan juga dengan orang yang sudah ditentukan kafir atau fasik di akhir hayatnya, meskipun sebelumnya ia beriman, maka menjelang kematiannya ia akan melakukan kekufuran. Ia meninggal dalam keadaan kufur dan akan dimasukkan ke dalam neraka. Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ููŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู "Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya hanya tinggal satu hasta, tapi catatan takdir mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka, lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi catatan takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, lantas ia memasukinya." HR. Bukhari dan Muslim Dalam riwayat Sahl bin Sa'ad al Sa'idi, "Sesunggunya ada seorang dari kalian benar-benar melakukan amalan ahli surga, dalam apa yang nampak kepada manusia. . . ." HR. Bukhari dan Muslim Karenanya, kita harus senantiasa berdoa supaya Allah senantiasa memberikan keteguhan hati di atas kebenaran dan kebaikan serta memberikan kepada kita husnul khatimah. Sebaliknya kita juga berlindung kepada Allah dari su'ul khatimah dan kesudahan yang buruk. Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam senantiasa berdoa, ูŠูŽุง ู…ูู‚ูŽู„ู‘ูุจูŽ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆู’ุจูุŒ ุซูŽุจู‘ูุชู’ ู‚ูŽู„ู’ุจููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู’ู†ููƒูŽ โ€œWahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati di atas agama-Mu.โ€ Dalam riwayat muslim beliau shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, โ€œsesungguhnya hati semua manusia berada di antara dua jari Allah, seolah-olah hanya satu hati. Allah berbuat sekehendak-Nya.โ€ Lalu beliau berdoa, ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู…ูุตูŽุฑู‘ูููŽ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู ุตูŽุฑู‘ููู’ ู‚ูู„ููˆุจูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุทูŽุงุนูŽุชููƒูŽ โ€œWahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu.โ€ Sebab Su'ul Khatimah Ibnu Hajar al Haitami berkata, โ€œSesungguhnya akhir hayat yang buruk diakibatkan bibit keburukan yang terpendam dalam jiwa manusia, yang tidak diketahui orang lain. Kadang-kadang seseorang melakukan perbuatan-perbuatan ahli neraka, namun di dalam jiwanya terpendam bibit kebaikan. Maka, menjelang ajalnya bibit kebaikan itu tumbuh dan mengalahkan kejahatannya. Sehingga ia mati dalam keadaan husnul khatimah." Abdul Aziz bin Dawud berkata, โ€œAku hadir pada seseorang yang sedang ditalqin dibimbing untuk mengucapkan kalimat syahadat, akan tetapi ia tidak mau. Lalu aku bertanya tentang orang ini. Ternyata ia seorang peminum khamer." Pada kesempatan yang lain ia berkata, โ€œBerhati-hatilah dengan dosa, karena dosa bisa menjerumuskan seseorang ke dalam su'ul khatimah." Berhati-hatilah dengan dosa, karena dosa bisa menjerumuskan seseorang ke dalam su'ul khatimah. Abdul Aziz bin Dawud Kisah Tragis seorang ahli Ibadah yang mati Su'ul Khatimah Manshur bin Ammar mengisahkan, dulu kala aku punya seorang teman yang suka melampaui batas, lalu bertaubat. Aku melihat dia banyak beribadah dan shalat tahajjud. Suatu ketika aku putus komunikasi dengannya. Dan menurut kabar dari orang-orang, ia sedang sakit. Maka aku pergi ke rumahnya dan anak perempuannya datang menemuiku. Dia bertanya, โ€œSiapa yang engkau ingin temui?โ€ Aku menjawab, โ€œSi fulan.โ€ Maka ia mengizinkanku masuk dan akupun bergegas ke dalam melihatnya sedang tebaring di atas ranjang yang terletak di tengah rumah. Mukanya terlihat kehitaman, kedua matanya tertutup dan kedua bibirnya bengkak dan menebal. Aku berkata padanya dengan perasaan takut melihatnya, โ€œWahai saudaraku, perbanyaklah mengucap Laa Ilaaha Illallaah.โ€ Ia membuka kedua matanya dan menatapku dengan penuh kemarahan, lalu ia tak sadarkan diri. Kembali kuulangi perkataanku kedua kalinya, wahai saudaraku perbanyaklah mengucap Laa Ilaaaha Illallaah.โ€ Pada saat aku mengulanginya untuk ke tiga kalinya, lalu ia membuka matanya dan berkata, โ€œWahai Manshur, saudaraku, kalimat ini telah menjauh dariku.โ€ Aku bergumam, "Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan izin Allah, Dzat Mahatinggi dan Mahamulia." Kemudian aku bertanya padanya, โ€œwahai saudaraku, di manakah shalat, puasa, tahajud dan shalat malammu?โ€ Ia menjawab, โ€œAku melakukan semua itu bukan untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala dan taubatku hanyalah taubat palsu. Sebenarnya aku melakukan semua itu supaya aku dikenal dan disebut-sebut orang, aku melakukannya dengan maksud pamer kepada orang lain. Bila aku menyepi seorang diri, aku masuk ke dalam rumah dan memasang tirai-tirai, lalu aku minum khamer dan menantang Tuhan dengan kemaksiatan-kemaksiatan. Aku terus melakukan itu sampai beberapa masa. Kemudian aku ditimpa penyakit hingga hampir binasa. Saat itu juga aku suruh anak perempuanku, ambilkanlah aku mushaf!โ€™ dan aku berdoa, Ya Allah, demi kebenaran Al-Qurโ€™an yang agung, sembuhkanlah aku!โ€™ Dan aku berjanji tidak akan kembali melakukan dosa untuk selamanya. Maka Allah membebaskanku dari penyakit. Setelah sembuh, aku kembali kepada keadaan semula, hidup berpoya-poya dan berhura-hura. Syetan telah membuatku lupa dengan perjanjian yang telah kuikrarkan kepada Tuhanku. Aku terlena dalam keadaan itu sampai beberapa saat lamanya hingga aku menderita sakit hampir mati karenanya. Lalu aku perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah seperti biasanya. Kemudian aku suruh mereka mengambilkan mushaf dan aku mulai membacanya. Lalu aku acungkan mushaf itu seraya berdoa, Ya Allah, demi kehormaan kalam-Mu yang ada dalam mushaf ini, bebasknalah aku dari penyakitku!.โ€™ Maka Allah mengabulkan permintaanku dan menyembuhkan penyakitku. Kemudian aku kembali hidup bersenang-senang dan akupun jatuh sakit lagi. Lalu aku perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah seperti yang engkau lihat sekarang ini. Kemudian aku menyuruh mereka mengambilkan mushaf untuk kubaca, tetapi mataku sudah tidak bisa melihat saru huruf-pun. Aku pun menyadari bahwa Allah sudah murka kepadaku. Lalu aku acungkan mushaf itu di atas kepalaku sembari memohon, Ya Allah, demi kehormatan mushaf ini, bebaskalah aku dari penyakit ini, wahai penguasa bumi dan langit!โ€™ Tiba-tiba aku mendengar seperti suara memanggil, engkau bertaubat tatkala engkau sakit, dan engkau kembali kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh. Betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari kesusahan, dan betapa bayak Dia menyingkap balaโ€™ cobaan tatkala engkau diuji. Tidaklah engkau takut dengan kematian? Dan engkau telah binasa di dalam kesalahan-kesalahanโ€™.โ€ Engkau bertaubat tatkala engkau sakit, dan engkau kembali kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh. Betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari kesusahan, dan betapa bayak Dia menyingkap balaโ€™ cobaan tatkala engkau diuji. Tidaklah engkau takut dengan kematian? Dan engkau telah binasa di dalam kesalahan-kesalahanโ€™. Manshur bin Ammar berkata, โ€œsungguh demi Allah aku keluar dari rumahnya dengan air mata tertumpah merenungkan ibrah yang baru kulihat, dan belum sampai di pintu rumahku, sampailah kabar bahwa dia sudah meninggal.โ€ [PurWD/ Sumber Miโ€™ah Qishash wa Qishah fi Anis ash-Shalihin wa Samir al Muttaqin, Muhammad Amin al Jundi, edisi Indonesia 101 kisah teladan, Mitra Pustaka Yogyakarta, Cet XI November 2006. Tulisan terkait * Doa Agar Diteguhkan di Atas Hidayah * Yang Gagal Menjadi Mujahid * Menumbuhkan Kecintaan kepada Surga * Hii.. Kencani Pelacur, Mati Dimakan Tikus Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita! +Pasang iklan Gamis Syari Murah Terbaru Original FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai. Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas? Di sini Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan > jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub 0857-1024-0471 Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller NABAWI HERBA Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon 60%. Pembelian bisa campur produk > jenis produk.

SiaranUlang :Kematian yang BURUK - Su'ul Khotimah - Ust. Zulkifli Muhammad Ali, Lc, MA.

Jakarta - Ada suatu kisah tentang seorang ahli ibadah yang meninggal dalam keadaan buruk atau su'ul khatimah. Orang ini memilih berniat berbuat durhaka di akhir ini diceritakan Syaikh Mahmud Al-Mishri dalam buku Al-Khauf min Su'il Khaatimah dan diterjemahkan oleh Matsuri Irham dan Abdul pada zaman dahulu hiduplah dua bersaudara. Satu di antaranya terkenal sebagai ahli ibadah dan satu lainnya lebih senang berfoya-foya dan menuruti semua hawa nafsunya. Pada suatu ketika, si ahli ibadah ingin mengikuti hawa nafsunya untuk menghibur diri dalam mengisi waktu luangnya sejenak, karena hampir sepanjang hidupnya ia habiskan untuk beribadah. Setelah itu ia akan bertaubat karena mengetahui bahwa Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."Aku ingin turun ke tempat saudaraku di lantai bawah rumah ini dan bermain bersamanya memperturutkan hawa nafsu dan menikmati berbagai kesenangan duniawi barang sejenak untuk mengisi waktu luang. Setelah itu, akau bertaubat dan menyembah Allah SWT semata dalam sisa umurku," katanya dalam ibadah itu pun turun dari ruangannya dengan niat tersebut. Sementara itu, saudaranya yang tadinya berfoya-foya dan menuruti hawa nafsunya memiliki keinginan mengatakan, "Sungguh aku telah menghabiskan seluruh usiaku dalam kedurhakaan kepada Allah SWT. Saudaraku yang ahli ibadah itu akan masuk surga, sedangkan aku akan masuk neraka. Demi Allah aku akan bertaubat dan naik ke lantai dua rumah ini untuk menyusul saudaraku itu lalu beribadah bersamanya dalam sisa umurku. Semoga Allah SWT berkenan mengampuniku."Ia pun naik ke lantai dua dengan niat bertaubat, sedangkan saudaranya yang ahli ibadah turun ke lantai satu dengan niat berbuat durhaka. Di tangga itu, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh menimpa saudaranya yang akan naik ke lantai dua. Hal ini mengakibatkan keduanya meninggal dunia Mahmud Al-Mishri mengatakan, dalam hal ini pada hari kiamat nanti si ahli ibadah akan dikumpulkan sesuai niatnya untuk berbuat durhaka, sedangkan saudaranya akan dikumpulkan dengan niatnya untuk sebuah riwayat yang menyebut bahwa amal perbuatan seseorang tergantung pada apa yang terakhir ia perbuat sebelum ajalnya. Rasulullah SAW bersabda,ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู’ุฎูŽูˆูŽุงุชููŠู…ูArtinya "Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung yang terakhir." HR Bukhari Simak Video "4 Tempat di Dunia yang Disebut Sebagai 'Gerbang Neraka' " [GambasVideo 20detik] kri/lus

.
  • zwkf4352h3.pages.dev/422
  • zwkf4352h3.pages.dev/52
  • zwkf4352h3.pages.dev/28
  • zwkf4352h3.pages.dev/344
  • zwkf4352h3.pages.dev/373
  • zwkf4352h3.pages.dev/497
  • zwkf4352h3.pages.dev/294
  • zwkf4352h3.pages.dev/248
  • kisah nyata kematian su ul khotimah